19 February 2020
  • 19 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Kemendagri: Tak Ada Desa Fiktif yang Ada Hanya Kesalahan Administrasi

Kemendagri: Tak Ada Desa Fiktif yang Ada Hanya Kesalahan Administrasi

By on 12 November 2019 0 56 Views

ROC – Tim Verifikasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih mengkaji dugaan desa fiktif sebagai penerima dana desa Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemendagri menyatakan tidak ada istilah desa fiktif yang ada hanya desa dengan kesalahan administrasi.

“Kesalahan administrasi saja. Intinya itu,” kata Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nata Irawan di kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (11/11).

Menurut Nata, dari laporan tim verifikasi desa itu terletak di daerah terpencil. Bahkan jarak ditempuh dari pusat kota mencapai dua hingga tiga jam menggunakan motot.

“Jauh sekali. Memang naik motor itu 2-3 jam ke lokasi. Tim kami di sana. Saya telepon belum dijawab karena sinyal susah,” ujar Nata.

Hasil Penelusuran Tim Verifikasi Desa Fiktif Disampaikan Pekan Ini

Nata menjelaskan hasil verifikasi tim Kemendagri itu akan disampaikan ke publik. Hasil kajian tim verifikasi itu akan disampaikan akhir pekan ini.

“Jumat, mudah-mudahan mereka pulang. Saya lapor Pak menteri. Nanti arahannya dari dia kan. Data pemerintah enggak boleh beda-beda. Harus sama,” ucap Nata.

Dia menuturkan, usai berkomunikasi dengan Kemenko PMK, KSP, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Desa, jangan ada lagi istilah desa fiktif atau desa siluman.

“Kita sepakat mengatakan persoalan istilah desa fiktif, jangan ada kalimat seperti itu lagi. Desa siluman sebaiknya tidak. Desa itu adalah desa yang sedang perbaikan administrasi,” ungkap Nata.

Soal disebut-sebut desa itu tidak dihuni, masih kata dia, semuanya masih menunggu hasil dari investasi hasil dari timnya.

“Kalau orang katakan, orangnya enggak ada, baru kita mau lihat disebabkan karena apa. Nanti tim kami menjawab,” tutur Nata.

Begitu juga, masih kata dia, soal dana desa, pihaknya juga masih menunggu hasil dari tim investigasi.

“Ya kita lihat dulu. Kalau laporannya sudah lengkap, kita baru bisa ngomong indikasi seperti itu terjadi atau tidak (disalurkan dana desa ke desa yang tak berpenghuni),” pungkasnya.

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *