16 June 2019
  • 16 June 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Hukum
  • Keluarga Korban Minta Hakim PN Jakut Jebloskan Terdakwa ke Penjara

Keluarga Korban Minta Hakim PN Jakut Jebloskan Terdakwa ke Penjara

By on 16 May 2019 0 34 Views

Keluarga Korban Minta Hakim PN Jakut Penjarakan Terdakwa

JAKARTA, ROC – Keluarga korban pengeroyokan berharap, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) diminta memasukkan terdakwa Dicky Ardian Pasha ke penjara atas perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap korban M.RamiroDzafran Madjid.

Kekecewaan tersebut dilontarksn karena, terdakwa selama di penyidikan hingga berkasnya di sidangkan penuntut umum dan proses persidangan di Pengadilan terdakwa hanya dikenakan tahanan Kota.

Terdakwa terkesan di Istimewakan dengan tahanan Kota. Dicky tidak seperti tahanan lainnya yang dimasukkan ke penjara.
Hal itu di sampaikan Abdul Madjid, HM, orang tua korban M.Ramiro Dzafran Madjid pada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Abdul Madjid, keluarga lorban mengatakan, luka yang diderita sang anak, tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa. Terdakwa terlihat distimewakan dengan status tahanan kota.”Oleh karena itu, kami mohon keadilan kepada majelis hakim pimpinan Ramses Pasaribu supaya memenjarakan pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ujar Abdul Madjid didampingi Penasihat Hukumnya H.M Said Muchtar.

Jaksa Penuntut Umum Teddy Andri, telah menyidangkan perkara dugaan penganiayaan tersebut sejak 8 April 2019 lalu, atas penyidikan Polres Jakarta Utara. Namun keluarga korban merasakan hukum itu tidak adil sebab terdakwa hanya diberikan penahanan kota tidak di Rumah Tahanan (Rutan).

Kejadian kasus ini berawal pada 26 November 2017 lalu, pukul 21.00 WIB di halaman rumah di Jl. Perjuangan RT 06/04 Kelurahan Kelapa Gading Timur Jakarta Utara. Korban M.Ramiro Dzafran Madjid, di depan orang tuanya dikeroyok dan dianiaya sekitar 4 orang laki-laki dewasa, satu diantaramya terdakwa Dicky Ardian Pasha. Korban melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara dengan pengantar visum di RS Sukmul Jakarta Utara sebagaimana LP No.TBL/1381/K/XI/2017/PMJ, tertanggal 27 November 2017. Terdakwa dikenakan pasal 351KUHP. Nico

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *