23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kasus Pelindo ll: Setelah 5 Tahun Tersangka, RJ Lino Resmi Ditahan KPK!

Kasus Pelindo ll: Setelah 5 Tahun Tersangka, RJ Lino Resmi Ditahan KPK!

By on 26 March 2021 0 38 Views

Ekspresi tersangka mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ll / IPC, Richard Joost Lino atau RJ Lino saat meninggalkan ruang pemeriksaan di gedung KPK setelah diperiksa di Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021. Foto: detikcom.

ROC – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya resmi menahan mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC, Richard Joost Lino atau RJ Lino terkait kasus pengadaan tiga unit quay container crane (QCC). RJ Lino ditahan setelah lima tahun menjadi tersangka dalam kasus ini, sejak tahun 2015 silam.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan tersangka selama 20 hari pertama,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantor KPK Jakarta, Jumat (26/3).

Berdasarkan pantauan, Jumat (26/3/2021), RJ Lino tampak mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Dia berjalan dari ruang pemeriksaan sebelum KPK menggelar konferensi pers terkait penahanannya. KPK menahan Lino sejak 26 Maret hingga 13 April 2021. Penahanan dilakukan di rutan KPK.

Kasus dugaan korupsi yang menjerat RJ Lino ini diduga merugikan negara Rp 50,03 miliar berdasarkan laporan audit investigatif BPKP tahun 2010 Nomor: LHAI-244/D6.02/2011 pada 18 Maret 2011. RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi dalam pengadaan tiga unit QCC pada tahun 2010.

KPK kemudian menetapkan RJ Lino menjadi tersangka sejak Desember 2015 silam. Meski sudah ditetapkan menjadi tersangka, KPK belum menahannya hingga hari ini.

Lino juga diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan memerintahkan penunjukan langsung kepada perusahaan asal Tiongkok China, PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek untuk pengadaan tiga QCC tersebut, di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak. Pada saat itu, Lino menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelindo II.

Penyidik berpendapat pengadaan itu tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai sehingga menimbulkan inefisiensi. Sampai saat ini, RJ Lino belum ditahan dan diadili. Dalam sejumlah kesempatan, RJ Lino membantah telah merugikan negara dalam pengadaan QCC di badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Laode M Syarif, mengatakan ketika pimpinan KPK periode 2011-2015 menetapkan RJ Lino sebagai tersangka, lembaga ini sudah mengantongi alat bukti yang cukup. Hanya saja terganjal oleh penghitungan kerugian negara.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *