11 April 2021
  • 11 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kasus Covid-19 Meningkat, Korsel Akan Ketatkan Aturan

Kasus Covid-19 Meningkat, Korsel Akan Ketatkan Aturan

By on 13 December 2020 0 72 Views

Kandidat Presiden Moon Jae-in, bersama dengan istrinya Kim Jung-sook usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden di Seoul, Korea Selatan, 9 Mei 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

ROC – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Minggu, 13 Desember 2020, memperingatkan bahwa aturan terkait pencegahan penyebaran virus corona mungkin bakal ditingkatkan ke level tertinggi. Peringatan itu disampaikan setelah dua hari berturut-turut kasus baru positif Covid-19 mengalami kenaikan.

“Kecuali wabah dapat diatasi dari sekarang (soal pengetatan aturan). Kita telah sampai pada titik kritis untuk mempertimbangkan pengetatan aturan sampai ke level tiga untuk kebijakan social distancing,” kata Presiden Moon.

Level lima adalah tingkat tertinggi di Korea Selatan untuk pengetatan aturan terkait Covid-19. Ibu Kota Seoul, yang berpopulasi 52 juta jiwa, sudah memperketat aturan di level 2,5. Di sana, acara kumpul-kumpul yang dihadiri lebih dari 50 orang tidak diperbolehkan. Restoran-restoran juga tidak boleh lagi menerima tamu makan di tempat setelah pukul 9 malam.

Pada Minggu, 13 Desember 2020, total ada 1.030 kasus baru positif Covid-19. Sebelumnya pada Sabtu, 12 Desember 2020, ada 950 kasus baru virus corona. Dengan begitu, total ada 42.766 kasus virus corona di Korea Selatan. Sedangkan jumlah pasien yang berakhir dengan kematian ada 580 orang.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Korea Selatan menyebut ada 1.002 kasus baru positif virus corona yang ditularkan antar warga lokal.

“Kita harus menekan (penyebaran virus corona). Ini momen yang krusial untuk mengerahkan seluruh kemampuan kita dalam mengendalikan virus corona dan pemerintah memiliki kekuasaan untuk menghentikan penyebaran,” kata Moon.

Jika Korea Selatan memperketat aturan menjadi level 3, maka Negeri Gingseng tersebut untuk pertama kalinya akan berstatus lockdown. Sekolah tatap muka ditiadakan, hanya perusahaan yang bergerak di bidang kebutuhan pokok yang boleh buka dan acara kumpul-kumpul lebih dari 10 orang pun dilarang.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *