18 January 2021
  • 18 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kasus Baru dan Angka Kematian Meningkat, Mojokerto Raya Ditetapkan Zona Merah Covid-19

Kasus Baru dan Angka Kematian Meningkat, Mojokerto Raya Ditetapkan Zona Merah Covid-19

By on 14 January 2021 0 26 Views

Foto: ilustrasi corona virus/HP/ROC

ROC — Kota dan Kabupaten Mojokerto masuk zona merah lagi. Status tersebut dipicu dengan banyaknya penambahan kasus baru dan meninggal dunia dalam sepekan ini.

Status zona merah ditetapkan oleh Satgas Covid-19 Pusat dari 14 indikator. Kota Mojokerto resmi naik dari kasus resiko sedang ke resiko tinggi penyebaran Covid-19 per selasa 12 Januari 2021.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk, mengatakan perubahan peta resiko disebabkan adanya peningkatan kasus yang signifikan dalam sepekan ini. Hal yang dimaksud adalah melonjaknya penambahan terhadap kasus baru serta jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19.

“Terhitung dari sejak tanggal 4-11 Januari, penambahan kasus baru Covid-19 Kota Mojokerto mencapai 388 Kasus. Dan angka kematian juga meningkat cukup drastis dalam sepekan sebanyak 45 orang,” kata Gaguk.

Dikatakan Gaguk, untuk menekan laju peningkatan covid-19 di Kota Mojokerto, selaku Ketua Satgas Covid-19, ia akan lebih mengintensifkan penegakan protokol kesehatan. Yakni, mulai tanggal 15 Januari wilayah Kota Mojokerto akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Hal tersebut dilakukan, terkait dalam upaya mendisiplinkan masyarakat dengan penegakan protokol kesehatan melalui yustisi yang dilaksanakan setiap hari,” jelasnya.

Demikian juga halnya di Kabupaten Mojokerto, lanjutnya, saat ini telah menjadi zona merah, yang disebabkan karena adanya pelonjakan kasus yang terjadi diawal tahun 2021. Hal tersebut merupakan salah satu yang menjadi faktor perubahan status resiko ini.

“Akibatnya banyak pasien Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri dan juga harus dirawat dirumah sakit rujukan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto mengatakan bahwa lonjakan tersebut akibat dampak libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 yang lalu.

“Karena sering terjadi kerumunan pada libur panjang. Maka dari itu program protokol kesehatan, yaitu 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak) saat ini harus kita tegakkan kembali,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan, dengan meningkatnya kasus tersebut secara otomatis enam rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 di Kota Mojokerto mengalami peningkatan jumlah pasien. Dan kapasitas rujukan rumah sakit Covid-19 tersebut menjadi penuh melebihi kapasitas yang tersedia.

“Dalam hal ini penanganan Covid-19 menjadi prioritas kita bersama,” lanjutnya.

Menurutnya, berdasarkan pembaruan data per 12 Januari kemarin, jumlah kumulatif konfirmasi Covid-19 di Kota Mojokerto telah mencapai 1.513 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 warga Kota yang meninggal dunia, sehingga mencapai 7,1 persen, jumlah ini melebihi persentase akibat virus Corona atau Covid-19 secara nasional, yakni 2,9 persen.

Sementara itu, sebanyak 1.174 orang atau sekitar 77,6 persen telah dinyatakan sembuh. Namun demikian, tambahnya, kasus aktif di Kota Mojokerto juga masih berada diatas rata-rata nasional 14,9 persen dengan 232 orang atau sekitar 15,3 persen. (HP)

 

idj/idj

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *