24 February 2020
  • 24 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Kapolda Papua: Ada Penganiayaan Masyarakat di Baku Tembak KKB

Kapolda Papua: Ada Penganiayaan Masyarakat di Baku Tembak KKB

By on 28 January 2020 0 44 Views

Jakarta, ROC – Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya masih mendalami kontak senjata antara aparat dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Legakak Talenggeng.

“Iya, ini ada juga yang sedang kita dalami. Karena mereka juga menganiaya masyarakat sipil,” katanya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/1).

Menurut Paulus, pihaknya masih berupaya melakukan evakuasi para pekerja di lokasi baku tembak. Kondisi geografis menjadi kendala tersendiri dalam proses tersebut.

“Ada yang kerja di perusahaan itu, kita sedang evakuasi, nanti kepastiannya akan saya berikan laporan setelah evakuasi. Itu jauh dari Ibu Kota Paniai ke Sugapao itu agak jauh, kecamatannya terpencil dan tidak ada hubungan komunikasi. Tapi maksud saya ya itulah fakta bahwa mereka terus menunjukkan eksistensi mereka, kami tangani terus,” jelasnya.

Seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Talenggeng ditangkap polisi, Minggu, 26 Januari 2020 kemarin. Sementara, seorang lagi tewas usai baku tembak.

Polri menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Talenggeng. Penangkapan terjadi pada Minggu, 26 Januari 2020 pukul 12.08 WIT.

“Jadi saya luruskan, bukan dua yang meninggal dunia, tapi satu. Satu lainnya diamankan setelah ditangkap masyarakat dan diserahkan ke aparat keamanan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra, di Bareskrim Polri, Senin (27/1).

Dalam peristiwa baku tembak itu, Asep tak menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran anggota KKB lainnya.

Kendati demikian, lanjutnya, ia memastikan kondisi di Papua saat ini sudah aman.

“Sampai hari ini situasi aman terkendali. Tim gabungan masih terus mengejar KKB,” pungkasnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *