26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kapal Pesiar Ditolak Berlabuh di Beberapa Negara, ABK Asal Indonesia Ikut Terombang-ambing di Laut

Kapal Pesiar Ditolak Berlabuh di Beberapa Negara, ABK Asal Indonesia Ikut Terombang-ambing di Laut

By on 2 May 2020 0 246 Views

Jakarta, ROC — Sebuah kapal pesiar yang bertuliskan Holland-American Line, yang sudah terombang ambing di tengah lautan selama dua bulan, akibat beberapa negara telah menolak kapal pesiar tersebut bersandar atau berlabuh.

Dikutip dari link ABC Indonesia, Sabtu (2/5), Sonata Khrisna Deva, Anak Buah Kapal (ABK) asal Sukabumi, Jawa Barat, yang bekerja di kapal pesiar tersebut, juga sudah hampir dua bulan berada di tengah lautan. Dia dan rekan-rekannya berada di laut dan belum bisa pulang.

Kapal pesiar yang berkantor pusat di Amerika Serikat itu, sebenarnya sudah tidak lagi memiliki tamu penumpang lagi. Tetapi masih ada hampir 1.000 ABK, termasuk ABK yang berasal dari Indonesia, yang masih bertahan di atas kapal pesiar itu dan belum bisa pulang.

Di tengah pandemi Covid-19, banyak negara menolak masuk kapal pesiar ke kawasannya setelah diketahui penularan virus Corona banyak berasal dari kapal pesiar.

“Kapal ini rutenya hanya Australia dan New Zealand, bolak-balik di kawasan itu saja,” kata Sonata kepada Hellena Souisa dari ABC News.

“Istilahnya, kami masih tetap pegawai. Tapi karena nggak melaut, ya nggak digaji. Nanti setelah dipulangkan, bisa dipanggil kerja lagi kalau kondisi sudah normal,” katanya yang baru mulai bekerja di kapal pesiar Desember 2019 lalu.

Awal April lalu, seperlima dari 1.040 awak kapal Ruby Princess yang bersandar di New South Wales, Australia diketahui menunjukkan gejala tertular virus Corona.

Di Australia 11 kematian dan 600 kasus positif Covid-19 diketahui memiliki kaitan dengan kapal pesiar, sehingga menjadi sumber penularan virus Corona yang terbesar di Australia.(Red)

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *