12 July 2020
  • 12 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Pojok Jum'at
  • Kalam Jumat Mayjen (P) Suharno; Berdayakan Ekonomi dan Kemaslahatan Dengan Wakaf Produktif

Kalam Jumat Mayjen (P) Suharno; Berdayakan Ekonomi dan Kemaslahatan Dengan Wakaf Produktif

By on 15 November 2019 0 2806 Views

Jamaah Jum’at rahimakumullah.

Islam adalah agama yang lengkap, di mana tidak hanya mengatur masalah ibadah kepada Allah, tetapi juga mengatur bagaimana berkehidupan secara sosial ekonomi dan sebagainya. Salah satu bidang ekonomi yang dijelaskan dalam Islam adalah konsep wakaf.

Wakaf berarti menahan untuk kemudian diambil manfaatnya bagi kemaslahatan umat. Berbeda dengan sedekah di mana sedekah tersebut lebih bersifat konsumtif, yaitu ketika seseorang memberikan nasi bungkus kepada masyarakat miskin. Ini bukanlah wakaf, tetapi ini adalah jenis sedekah. Tetapi sedekah yang pokoknya tidak boleh berkurang, inilah yang disebut wakaf.

Proses wakaf dimulai ketika wakif (pemberi wakaf) mendonasikan asetnya, misalnya tanah sebagai wakaf. Maka wakif tersebut harus melaporkan keinginan tersebut di kantor urusan agama, di mana di dalamnya terdapat pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW). Pejabat ini yang akan mengubah status dari aset milik individual menjadi wakaf yang berarti menjadi milik Allah SWT. Selain itu juga Wakif harus menjelaskan siapa nazir-nya (pengelola wakaf).

Hadirin Jum’at rahimakumullah.

Ketika statusnya sudah menjadi wakaf, maka wakif tidak bisa menarik lagi untuk diubah kepemilikannya menjadi milik pribadi seperti semula. Ketika sudah menjadi milik Allah SWT, maka manfaatnya harus diberikan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Pada umumnya yang kita kenal, wakaf berbentuk tanah yang kemudian digunakan untuk pendidikan, kesehatan, tempat ibadah dan juga makam. Dalam arti, sebagian orang bisa mewakafkan tanahnya, sebagian orang lagi bisa memberikan wakaf tunai untuk pembangunan sekolah, rumah sakit, masjid di atas tanah wakaf tersebut.

 

Baca juga :

Ibadah Yang Mulia Manusia Pembelajar

Etika Terhadap Pemimpin

 

Wakaf bentuk tunai ini telah dikenal sejak zaman Turki Usmani. Wakaf tunai ini sangat baik ini karena sebagian masyarakat umum tidak punya aset wakaf berupa tanah. Sehingga masyarakat tersebut bisa terakomodasi. Mengenai nominalnya besar wakaf tunai tidaklah dibatasi, dalam arti sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Perlu diingat bahwa Allah SWT sangat menganjurkan kita semua untuk bersedekah. Dalam surat Al-Baqarah ayat 261 disebutkan pahala atas orang yang bersedekah, yaitu:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat tersebut berarti bahwa 1 benih akan Allah SWT lipat gandakan menjadi 700 kali. Artinya kalau kita bersedekah sebanyak 1 juta maka kita akan mendapatkan 700 juta. Mari kita coba bandingkan dengan berapa yang kita bisa dapatkan kalau kita menabung satu juta di bank syariah. Dengan equivalen rate sebesar sekitar 6 persen maka setelah setahun kita akan mendapatkan 1.060.000. Sangat kecil. Artinya 700 kali dalam ayat 261 tersebut adalah 70.000 persen. Sangat besar bahkan di akhir ayat tersebut Allah menjanjikan untuk menambah lagi. Tentunya Allah SWT berhak untuk menentukan bentuk pahala yang diberikan. Bisa dalam bentuk kesehatan, anak yang sholeh, dan sebagainya.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

Perlu diingat juga bahwa wakaf bisa juga dibuat produktif. Artinya seseorang yang ingin wakaf tunai, maka uang tersebut tidaklah langsung digunakan untuk pendidikan berupa sekolah, tetapi uang tersebut digunakan untuk proyek yang menguntungkan misalnya pembangunan apartemen di lokasi yang strategis. Pembangunan perkantoran yang disewakan di daerah bisnis dan sebagainya.

Keuntungan dari proyek wakaf inilah yang digunakan untuk pendidikan berupa sekolah, untuk kesehatan berupa rumah sakit, dan sebagainya. Keuntungan dari konsep ini adalah bahwa konsep ini sangat berkelanjutan karena risiko kecil dan keuntungannya besar. Wakaf mempunyai peranan yang sangat besar terhadap menurunkan peran riba, misalnya, Indonesia dengan populasi 250 juta penduduk telah terbentuk jiwa sosialnya sehingga mereka mempunyai preferensi terhadap suatu sektor tertentu dalam pemberian donasi wakafnya.

Contoh lainnya 1.000 orang terkaya di Indonesia mempunyai preferensi untuk donasi wakaf ke bidang kesehatan. Mereka melobi presiden supaya tidak mengeluarkan dana kesehatan untuk rakyatnya. Semua dana kesehatan akan ditanggung melalui donasi wakaf yang dilakukan oleh 1.000 orang tersebut. Mereka dapat membangun rumah sakit dan hotel atau apartemen sekaligus. Argumennya, pasien opname biasanya tidak datang sendirian, tetapi ditemani oleh keluarganya. Hotel tersebut adalah untuk tempat tinggal keluarganya selama pasien dirawat. Dengan demikian, kita bisa harapkan tingkat okupasi hotel tersebut tinggi. Pendapatan dari hotel akan digunakan untuk membiayai operasional hotel dan sisanya untuk operasional rumah sakit.

Apabila ini berhasil, pemerintah dalam hal ini tidak perlu mengeluarkan dana kesehatan karena memang sudah ditanggung oleh masyarakatnya. Selain itu, 1.000 orang kaya yang lain sangat menyukai sektor pendidikan. Maka, mereka bisa menemui presiden untuk meminta agar biaya pendidikan tidak perlu dikeluarkan. Mereka adalah orang kaya yang bersedia untuk menyumbang wakaf untuk sekolah dan proyek bisnis yang nantinya digunakan untuk membiayai sekolah. Tepat di sebelah sekolah didirikanlah gedung perkantoran yang disewakan. Keduanya didanai oleh wakaf. Keuntungan dari sewa kantor digunakan untuk membiayai operasional sekolah, misalnya, membayar gaji guru, listrik, air, dan peralatan sekolah yang diperlukan.

Seribu orang yang ketiga sangat fokus terhadap pembangunan infrastruktur. Mereka sanggup untuk memberikan donasi wakaf dengan membuat jalan tol dua arah dengan masing-masing delapan jalur yang bisa dilalui oleh mobil, truk dan bus, sepeda motor, kereta api. Bahkan, mereka bisa membuat jalan tol tersebut mulai dari (misalnya) Sabang sampai dengan Papua. Selain jalan tol yang berbayar, sepanjang jalan tersebut dapat disewakan untuk restoran, pengisian bahan bahar, dan lain-lain. Keuntungan dari sewa tersebut untuk membiayai hal yang lain.

Maasyiral Muslimin, rahimakumullah

Dengan adanya 3.000 orang yang fokus pada tiga sektor, sudah barang tentu presiden akan mencoret pengeluaran pada sektor-sektor tersebut karena memang sudah tercover biayanya. Dengan demikian, anggaran bisa jadi berubah dari defisit menjadi surplus. Ataupun kalau masih ada defisit, tentunya berkurang drastis, sehingga Presiden tidak perlu lagi mengambil hutang luar negeri yang notabene berbasiskan riba. Inilah penjelasan bahwa wakaf bisa menurunkan secara signifikan peranan riba. Oleh karena itu, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan hadirin sekalian untuk menjadikan wakaf sebagai hobi. Wakaf telah terbukti merupakan media pemberdayaan ekonomi yang tepat. Kita cukup datang ke bank syariah dan minta bank tersebut untuk mendebet rekening kita secara rutin tiap bulan sebagai wakaf kepada yayasan atau pengelola tertentu. Dengan demikian maka kehidupan sosial ekonomi umat akan berlangsung dengan jauh lebih baik. Aamiin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *