21 February 2020
  • 21 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Kades Minta Sosialisasikan Bahaya Longsor, 13 Early Warning Masih Berfungsi

Kades Minta Sosialisasikan Bahaya Longsor, 13 Early Warning Masih Berfungsi

By on 22 November 2019 0 51 Views

ROC – BPBD Banjarnegara memastikan 13 Early Warning System (EWS) yang terpasang di enam wilayah rawan longsor paling tinggi mengancam jutaan warga masih berfungsi dengan baik. Untuk itu, Kades diminta aktif bantu sosialisasikan bahaya longsor.

“Beberapa titik yang sudah terpasang EWS diantaranya Wanayasa, Bugelan, Karangkobar, Kalibening, Madukoro dan Pandanarum. Biasanya dipasang di ujung tebing nantinya bisa mengantisipasi hujan lebat, kita lebih siap menghadapi potensi tanah longsor,” kata Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo saat dikonfirmasi, Jumat (22/11).

Dia mengungkapkan untuk mendukung adanya pemasangan alat pendeteksi bencana longsor, BPBD meminta kades untuk sosialisasi. Dengan peran kades diperlukan untuk membiayai mobilitas petugas di lapangan memakai dana desa.

“Kita juga upayakan lakukan hal-hal preventif ke masyarakat,” ungkapnya

Kepala BPBD Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan semua alat EWS dipasang dengan jarak 20-50 meter dari rawan longsor. Ia pun mengimbau agar warganya sadar lingkungan dengan bergerak aktif mengecek lingkungan rumah masing-masing.

“Ciri tanda tanah longsor yaitu munculnya rekahan, pohon atau tiang listrik tiba-tiba miring, air dari bukit keruh dan ada material batu yang turun dari bukit. Dari situ, kita minta warga bisa meningkatkan pengecekan rekahan tanah ketika habis hujan lebat. Kalau ada rekahan harus cepat-cepat ditutup agar tidak melebar,” tutup Arif Rahman.

 

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *