27 May 2020
  • 27 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jubir Tim Gugus Depan Covid-19 : Kita Tak Dilibatkan Dalam Kajian Pembukaan Fasilitas Publik

Jubir Tim Gugus Depan Covid-19 : Kita Tak Dilibatkan Dalam Kajian Pembukaan Fasilitas Publik

By on 12 May 2020 0 31 Views

Foto: Jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto

Jakarta, ROC — Juru bicara (Jubir) tim gugus tugas Covid-19, Achmad Yurianto, merasa tidak dilibatkan dalam perundingan yang membahas tentang akan dibukanya kembali sekolah dan mall pada Juni mendatang. Saat ini sedang heboh di tanah air mengenai kajian pemerintah untuk kembali melancarkan kegiatan ekonomi di masa wabah corona.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengkaji dan merencanakan akan membuka mall, sekolah, tempat ibadah, dan pusat keramaian lainnya pada bulan Juni 2020 nanti. Hal tersebut dilakukan untuk membangkitkan perekonomian Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral, yang meluruskan informasi soal rencana pemerintah untuk kembali membuka mall, pasar, dan sekolah pada Juni mendatang.

Ia menegaskan, hal tersebut merupakan rencana yang baru direalisasikan jika ada kemajuan signifikan dalam penanganan pandemi virus Corona.

“Salah satu syaratnya adalah penurunan pasien positif selama 14 hari berturut turut sampai kemudian tak ada penambahan pasien positif lagi,” kata Donny, pada Sabtu (9/5) lalu.

Oleh karena itu, Donny menyebutkan, saat ini pemerintah berupaya keras agar penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bisa berjalan efektif.

Mulai dari bagaimana protokol kesehatan dijalankan, penegakan hukum dilakukan terukur, serta dipatuhinya larangan mudik.

“Apakah Juni sudah bisa dilonggarkan atau tidak, kita tidak tahu. Kita tak mau terjadi second wave (gelombang kedua),” kata Donny.

Sebelumnya, foto skenario pemulihan ekonomi Indonesia beredar luas dan diperbincangkan di jagat maya. Foto tersebut menunjukkan timeline beroperasinya kembali berbagai sektor.

Kementerian Koordinator Perekonomian menyampaikan, foto yang beredar luas tersebut merupakan bagian dari kajian awal pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

“Yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan pasca-pandemi Covid-19,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.

Berikut isi kajian awal Kemenko Perekonomian tersebut:

1. Fase pertama, yang dilakukan pada 1 Juni 2020 ialah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B), dengan tetap menerapkan social distancing.

2. Fase kedua yakni pada 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali.

3. Fase ketiga, 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

4. Fase keempat, 6 Juli 2020, difokuskan pada evaluasi terhadap pembukaan berbagai fasilitas seperti restoran hingga tempat ibadah.

5. Fase kelima, 20 Juli dan 27 Juli 2020, evaluasi fase keempat dan pada akhir Juli atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.

Dalam kesempatan lain, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak dilibatkan dalam pembuatan kajian awal pembukaan fasilitas publik untuk pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.

Oleh karena itu, Yuri enggan berkomentar banyak mengenai kajian tersebut.

“Orang Kemenko juga enggak bikin rencananya sama kita kok (gugus tugas),” kata Yuri, pada Sabtu (9/5) lalu.

Ia mengatakan, kajian itu belum dikomunikasikan antar kementerian dan lembaga. Yuri pun menilai kajian itu hanya sebatas pendapat satu kementerian saja dan belum menjadi rencana.

“Itu masih pendapat kan itu. Itu masih pendapat bukan rencana,” pungkasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *