6 July 2020
  • 6 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi : Reboisasi Dengan 1,9 Triliun, Harus Menyeluruh Di Semua Wilayah Rawan Banjir Dan Longsor

Jokowi : Reboisasi Dengan 1,9 Triliun, Harus Menyeluruh Di Semua Wilayah Rawan Banjir Dan Longsor

By on 3 February 2020 0 168 Views

Bogor, ROC — Pemerintah telah menyiapkan anggaran reboisasi atau penghijauan senilai Rp1,9 triliun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Anggaran itu akan disalurkan untuk pengadaan bibit tanaman keras, tanaman produktif, dan tanaman penahan longsor.

Demikian dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak bencana, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

“Anggarannya besar, untuk seluruh Indonesia, kalau enggak keliru Rp1,9 triliunan. Untuk tahun 2020 kita sudah petakan,” ujar Jokowi.

Ditegaskan Jokowi, anggaran tak hanya ditujukan untuk penghijauan di wilayah terdampak bencana seperti Kecamatan Sukajaya, melainkan juga wilayah yang rawan banjir dan longsor lainnya. Di antaranya Danau Toba di Sumatera Utara dan Waduk Gajahmungkur di Wonogiri, Jawa Tengah.

“Jadi bukan hanya yang terkena bencana, tapi yang debit air sudah turun seperti Danau Toba, kita siapkan juga jutaan (tanaman) kita hijaukan kembali. Gajah Mungkur yang sedimentasinya sudah turun ke waduk juga sama, karena jika tidak ditanami, maka permasalahannya tidak selesai-selesai, tiap hari kita hanya akan dengan urusan seperti ini terus,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, pemerintah melakukan pencegahan banjir dan longsor di Sukajaya, dengan menyiapkan kurang lebih 92 ribu bibit tanaman. Salah satunya termasuk vetiver atau akar rumput yang juga ditanam Jokowi dalam kunjungan kerja hari ini. Durian, sirsak, hingga pete dan jengkol adalah contoh beberapa bibit tanaman yang dapat menguntungkan masyarakat dari sisi ekonomi.

“Ini kita edukasi masyarakat agar tanaman vetiver, sereh wangi tidak dicabut. Tapi tolong yang dipakai itu yang ada nilai ekonominya tadi, durian, sirsak, jambu, jengkol,” tuturnya.

Dijelaskan juga, penghijauan merupakan upaya pemerintah dalam menanggulangi banjir dan tanah longsor selain pembangunan fisik. Dari pembangunan fisik, pemerintah telah membangun dam penahan di lokasi yang berisiko longsor. Sementara dari segi lingkungan, pemerintah melakukan upaya penghijauan tersebut.

“Pendekatan kita bukan hanya fisik tapi juga dengan vegetatif seperti ini mulai kita dekati. Sehingga untuk sistem yang ada tidak terganggu dan rusak karena memang kita perbaiki,” pungkasnya.

Presiden Jokowi meminta Bupati Bogor Ade Yasin dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera mencari lokasi untuk relokasi korban banjir dan longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Diketahui, ratusan rumah rusak dan ribuan warga mengungsi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Bogor awal Januari lalu.

“Saya sampaikan agar bupati, pak gubernur, tentukan lokasi secepatnya,” ujar Jokowi di sela kunjungan kerja di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

Jokowi mengatakan, pemerintah pusat akan terjun langsung apabila lokasi relokasi menggunakan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Untuk itu ia menegaskan agar bupati dan gubernur segera memilih lokasi relokasi yang akan digunakan.

“Kalau memang itu memakai lahan PTPN, itu bagian dari pemerintah pusat, maka akan perintahkan ke menteri BUMN agar segera diberikan. Secepat-cepatnya,” katanya.

Jika lokasi relokasi sudah ditentukan dan dibersihkan, kata Jokowi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan dapat segera menggarap proyek relokasi tersebut. Dengan demikian, warga yang terdampak dapat segera menempati hunian barunya.

“Begitu land clearing selesai, PU langsung masuk. Secepatnya kita sudah siap. Tinggal penentuan lokasi di pak gubernur dan bu bupati,” ucap Jokowi.

(Id/Id)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *