26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jokowi Pernah Berjanji Tolak Pinjam Uang Lagi, Nyatanya 2 Periode Utang Indonesia Membengkak Tajam

Jokowi Pernah Berjanji Tolak Pinjam Uang Lagi, Nyatanya 2 Periode Utang Indonesia Membengkak Tajam

By on 20 October 2020 0 73 Views

ROC – Saat kampanye Pilpres 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji tidak akan berhutang lagi. Hal ini supaya Indonesia tidak terbebani utang luar negeri.

“Kita mau mandiri, sehingga segala bentuk proses pembangunan pendidikan, infrastruktur harus menggunakan dana sendiri. (Jokowi) menolak bentuk utang baru supaya bisa mengurangi beban utang setiap tahun,” kata Tjahjo Kumolo mengumandangkan janji politik Jokowi pada 2014 silam.

Lantas realisasinya?

Dikutip dari bi.go.id, Senin (19/10), utang Indonesia dari 2 periode kepemimpinan Jokowi malah membengkak tajam.

Kuartal IV-2014 lalu saat Jokowi baru menjabat jadi presiden pertama kalinya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia berkisar di angka 292,6 miliar dolar AS.

Lantas pada Juli 29020 ULN Indonesia meningkat drastis di angka 409.7 miliar dolar AS atau sekiranya Rp 6.063 triliun, angka yang fantastis!

ULN Indonesia pada akhir Triwulan II 2020 tercata dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) dengan rincian 199,3 miliar dolar AS serta Sektor Swasta (termasuk BUMN) sebesar 209,3 miliar dolar AS.

Sejarah Utang Indonesia 

Sementara itu, dikutip dari RRI, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia sudah dihadapkan pada kondisi yang sulit sejak kemerdekaan Indonesia.

“Dari tahun 1945 sampai 1949 Indonesia masih terus berada dalam situasi intimidasi, konfrontasi, bahkan agresi Belanda. Itu kondisi politik, militer, keamanan, dan ekonomi tidak pasti,” ujar Sri Mulyani saat memberikan paparan dalam Pembukaan Ekspo Profesi Keuangan, Senin (12/10).

Utang Indonesia, katanya, sebenarnya sudah mencapai ribuan trilun. Dan utang tersebut sudah merupakan warisan dari Belanda. Ia bercerita, jika Indonesia telah diwariskan ekonomi yang rusak dan juga utang.

“Saat mulai pemerintahan ini untuk jadi merdeka. Kita tidak memiliki semua harta kekayaan. Harta kekayaan yang ada rusak karena perang, seluruh dan investasi sebelumnya yang dibukukan oleh Belanda menjadi investasi pemerintah Indonesia,” jelasnya. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *