Sunday, July 3, 2022
Home DKI Jakarta Jokowi: Mensos Risma Jangan Ragu untuk Percepat Salurkan Bansos

Jokowi: Mensos Risma Jangan Ragu untuk Percepat Salurkan Bansos

Ket.gbr: Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Foto/Kolase.

Harmoninedia – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta anak buahnya mempercepat penyaluran bantuan sosial dan obat-obatan gratis kepada masyarakat pada pekan ini. Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

“Saya minta jangan sampai terlambat, baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), baik itu BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, baik itu Bantuan Sosial Tunai (BST), jangan ada yang terlambat. Dan yang paling penting lagi adalah bantuan beras, bantuan sembako. Minggu ini harus keluar, percepat, betul-betul ini dipercepat,” katanya saat memimpin rapat terbatas evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat 16 Juli 2021 kemarin.

Presiden meminta Kementerian Sosial dan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar tidak ragu dalam menyalurkan bansos secepatnya kepada masyarakat. Kedua lembaga itu pun diminta segera berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) soal prosedur penyaluran.

“Saya minta Kepala Bulog dan utamanya, Mensos jangan ragu-ragu. Karena prinsipnya adalah yang paling penting ini kita enggak mencuri, enggak mengambil, prosedurnya tolong didampingi BPKP,” katanya dilansir hari ini, Sabtu (17/7).

Ia juga mengapresiasi pendistribusian bantuan vitamin dan obat-obatan gratis yang telah dimulai sejak 15 Juli 2021 lalu.  Bantuan obat-obatan ini dikhususkan untuk masyarakat yang terpapar virus korona dengan gejala ringan atau tanpa gejala dan sedang menjalankan isolasi mandiri (isoman).

“Termasuk dalam hal ini, pemberian obat-obatan gratis. Obat, suplemen, vitamin gratis pada rakyat, ini sangat diapresiasi,” ujarnya.

Namun, Jokowi menilai 600 ribu paket obat gratis yang disalurkan dalam dua tahap ini masih kurang. Karena itu, ia meminta Kementerian Keuangan untuk menambah anggaran guna meningkatkan jumlah ketersediaan paket bantuan vitamin dan obat-obatan.

“Saya minta Ibu Menteri Keuangan ini disiapkan paling tidak di atas dua juta paket, kan enggak mahal,” tuturnya.

red

Most Popular

Recent Comments