24 October 2020
  • 24 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jokowi Lantik Mahfud MD Jadi Ketua Kompolnas dan Tito Jadi Wakil

Jokowi Lantik Mahfud MD Jadi Ketua Kompolnas dan Tito Jadi Wakil

By on 19 August 2020 0 98 Views

Foto: Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian

ROC — Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024, yang dilaksanakan di Istana Negara, pada hari ini, Rabu (19/8).

Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 54/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kompolnas.

Dalam sumpahnya, para anggota Kompolnas menyatakan siap menjalankan tugas dan berpegang teguh pada Pancasila serta UUD 1945.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Jokowi diikuti seluruh anggota Kompolnas yang dilantik.

Para anggota yang dilantik juga menyatakan sumpah akan menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Bahwa saya akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela,” katanya.

Usai pelantikan, Jokowi dan sembilan anggota Kompolnas menandatangani berita acara.

Berikut daftar ketua dan anggota Kompolnas yang dilantik:

1. Menko Polhukam Mahfud MD sebagai ketua merangkap anggota
2. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai wakil ketua merangkap anggota
3. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly sebagai anggota
4. Benny J. Mamoto mewakili pakar kepolisian sebagai anggota
5. Pudji Hartanto Iskandar mewakili pakar kepolisian sebagai anggota
6. Albertus Wahyurudhanto mewakili pakar kepolisian sebagai anggota
7. Yusuf mewakili tokoh masyarakat sebagai anggota
8. Muhammad Dawam mewakili tokoh masyarakat sebagai anggota
9. Poengky Indarti mewakili tokoh masyarakat sebagai anggota

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Kompolnas susunan keanggotaan terdiri dari tiga orang dari unsur pemerintah, tiga orang dari pakar kepolisian, dan tiga orang dari tokoh masyarakat.

Anggota Kompolnas dari unsur pakar kepolisian dan tokoh masyarakat dipilih melalui proses seleksi. Enam orang yang terpilih merupakan pihak yang lolos seleksi dari 12 nama yang diajukan ke Jokowi.

12 Calon Kompolnas dipilih Mahfud dan dikirim ke Jokowi, Separuhnya Polisi

Sebelumnya diketahui, Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD telah menyiapkan 12 nama calon anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang kemudian diserahkan ke Presiden Jokowi.

Dari 12 nama itu, Presiden telah memiliih enam nama untuk menjadi komisioner baru Kompolnas. Rinciannya, tiga orang berasal dari unsur kepolisian, dan tiga lainnya dari unsur tokoh masyarakat.

“Kompolnas ini bisa membantu pemerintah dalam mempercepat dan memperbaiki kinerja kepolisian,” kata Mahfud dalam keterangannya, Jumat (17/7) lalu.

Mahfud mengatakan bahwa pemilihan 12 nama tersebut sudah melalui lima jenis seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tertulis,assesment, kesehatan dan wawancara. Ia juga menjamin, proses seleksi telah dilakukan secara ketat dan dilakukan orang-orang kredibel.

Ia berharap orang yang terpilih bisa membantu Presiden dalam mempercepat dan memperbaiki lagi kinerja kepolisian.

“Tim seleksi ini orang-orang yang kredibel semua, kami percaya mereka menyeleksi dengan baik dan obyektif,” ujarnya.

Menurut Mahfud, dari 12 nama yang telah disiapkan masing-masing setengahnya berasal dari unsur kepolisian dan tokoh masyarakat. Enam nama dari unsur masyarakat yakni, Sri Nurherawati, Yosep Adi Prasetyo, Yusuf, Junaedi Saibih, Muhammad Dawam, dan Poengky Indarti.

Sementara enam lainnya yang berasal dari unsur kepolisian yakni, Benny Mamoto, Eko Hadi Sutedjo, Pudji Hartanto Iskandar, Supardi Hamid, Albertus Wahyurudhanto, dan Arief Wicaksono Sudi Utomo.

Menurut Mahfud, pemilihan 12 nama sebagai calon komisioner baru Kompolnas mundur dari jadwal semula pada Mei akibat Covid-19. Meski demikian, katanya, nama-nama itu dipilih jauh hari sebelumnya.

“Tapi karena ada pandemi jadi agak ditunda sedikit, meskipun sebenarnya sudah disiapkan jauh sebelum pandemi, bahkan anggota Kompolnas yang lama juga sudah menghadap Presiden untuk memberikan laporan akhir tugas,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak menilai kerja Kompolnas tak efektif dalam mengawasi Polri karena ada dalam lingkup UU Polri, bermarkas di kompleks Polri, dan diisi pejabat dari kalangan pensiunan polisi.

(red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *