23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jokowi di Rakornas BPPT, Indonesia Harus Mampu Ciptakan Teknologi Canggih

Jokowi di Rakornas BPPT, Indonesia Harus Mampu Ciptakan Teknologi Canggih

By on 8 March 2021 0 37 Views

Ket Gbr: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Rakornas BPPT di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/3) Dorong Indonesia Harus Mampu Ciptakan Teknologi Canggih. Foto: Courtesy/Biro Setpres.

ROC – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Indonesia selama ini hanya bisa menerima tekonologi-teknologi canggih dari berbagai negara maju, padahal Indonesia berpotensi menciptakan sebuah teknologi tersebut.

Jokowi menilai selama ini Indonesia belum mampu membangun sebuah teknologi yang canggih, padahal Indonesia punya sumber daya alam berlimpah. Menurut Jokowi, Indonesia harus mulai untuk tidak hanya membeli proyek jadi atau turn key.

“Ini penting sekali, ini sering kita hanya terima kunci, terima jadi. Akhirnya berpuluh-puluh tahun kita tidak bisa membuat teknologi itu. Jadi jangan sekedar membeli mesin jadi, sekaligus bersama seluruh ahlinya,” ungkapnya dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tahun 2021 di Istana Negara, Senin (8/3).

Ia menekankan BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi. Caranya, yaitu bekerja sama dengan negara-negara maju untuk memproduksi teknologi di Indonesia. Kerja sama itu harus melibatkan pakar teknologi dan peneliti di Tanah Air, sehingga terjadi transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman.

“Sekarang ini teknologi berjalan sangat cepat sekali dan teknologi yang kita butuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional mungkin saja belum diproduksi di dalam negeri. Jadi strategi akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi kita,” paparnya.

Presiden mencontohkan, pada masa pandemi COVID-19 banyak inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang ditemukan oleh peneliti di Indonesia, seperti salah satunya teknologi pemeriksaan awal untuk melacak kasus positif COVID-19, yakni GeNose. Menurutnya, temuan inovasi seperti ini harus terus dikembangkana gar Indonesia tidak bergantung pada alat kesehatan impor yang cenderung mahal.

Lebih jauh, Jokowi ingin BPPT menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. Apalagi, saat ini dunia memasuki era artificial intelligence atau kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, siapapun yang bisa menguasai era tersebut, akan berpotensi menguasai dunia.

Untuk itu, dia meminta BPPT untuk mensinergikan talenta-talenta Tanah Air di bidang teknologi mulai dari diaspora, peneliti universitas, start-up teknologi, dan anak muda yang militan untuk berkontribusi menciptakan sebuah teknologi canggih di masa depan.

“Bangun mesin AI induk, yang bisa memfasilitasi gotong-royong antarinovator dan peneliti, memfasilitasi kecerdasan komputer dan kecerdasan manusia untuk mendukung keunggulan ekonomi yang tidak konvensional dan sekaligus efektif,” pungkas Jokowi.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *