22 April 2021
  • 22 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jika Pilkada 2022 Diundur Hingga 2024, ini yang Harus Dilakukan Ganjar-Anies-Ridwan agar Masih Bisa Eksis

Jika Pilkada 2022 Diundur Hingga 2024, ini yang Harus Dilakukan Ganjar-Anies-Ridwan agar Masih Bisa Eksis

By on 29 January 2021 0 69 Views

Ket gbr: Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil tetap bekesempatan eksis bila Pilkada 2022 benar diundur pada 2024. Foto/ist

ROC – PDIP mengusulkan agar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang seharusnya digelar pada 2022 dan 2023 diundur menjadi tahun 2024. Bila usulan ini diterima, sejumlah nama potensial dalam bursa calon presiden 2024 terancam tidak punya panggung politik.

Sebut saja nama Gubernur Jawa Barat Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Masa jabatan ketiga nama dengan angka elektablitas tinggi ini bakal berakhir pada 2022.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai kepala daerah yang terjaring survei sebagai kandidat calon presiden dan wakil presiden 2024 tetap memiliki elektabilitas bagus.

Menurut Fadhli, kepala daerah tersebut dapat mempertahankan tingkat kepopuleran dan keterpilihan mereka walaupun harus ‘menganggur’ satu sampai dua tahun karena masa jabatan yang telah habis.

“Mereka (kepala daerah) bisa tetap mempertahankan elektabilitas, karena persepsi di masyarakat sudah terbentuk sebagai kandidat capres dan cawapres,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (29/1/2021).

Analis politik asal UIN Jakarta itu berpendapat, untuk tetap eksis kepala daerah yang menganggur harus bisa menjaga citra baik mereka. Karenanya, Anies, Ridwan dan Ganjar harus memiliki legacy yang bisa dikenang masyarakat.

“Pertama mereka harus bisa meninggalkan kenang-kenangan bagi masyarakat (legacy) yang terus melekat di hati,” ujarnya.

Selanjut kata Fadhli, mereka harus terus menjaga reputasi dan dukungan elit partai politik, tentu juga arus bawah (grassroot) dengan cara membentuk wadah pendukung.

“Menjaga reputasi dan membangun representasi di berbagai tingkatan: memiliki jaringan di berbagai lini birokrasi, elit parpol dan grassroot,” terangnya.

Terakhir, tambah Fadhli modal kapital. Menurutnya, untuk menggerakan mesin politik perlu modal kapital yang besar. Untuk itu, kepala daerah harus memiliki itu.

“Kapital juga sangat penting. Mereka harus memiliki modal ini untuk dapat terus menjaga eksistensi minimal sampai resmi menjadi calon presiden dan wakil presiden,” pungkasnya.

red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *