31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Jelang Demo Mahasiswa, Jalan di Sekitar Istana Ditutup

Jelang Demo Mahasiswa, Jalan di Sekitar Istana Ditutup

By on 21 October 2019 0 216 Views

Jakarta, ROC – Jalan di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat, ditutup menjelang demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Sejumlah polisi bersiaga.

Suasana di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (21/10/2019) sejak pukul 13.00 WIB. Jalan ditutup menggunakan pembatas jalan dan kawat berduri.

Suasana di Taman Pandang Depan Istana, Senin (21/10/2019) siang.

Hanya kendaraan yang mendapat pengawalan dari polisi yang bisa melintas. Ada juga sejumlah personel Brimob yang berjaga di dekat kantor Kementerian Pariwisata.

Polisi juga tampak berjaga di Taman Pandang yang rencananya menjadi titik aksi mahasiswa. Namun, sampai saat ini, belum ada massa yang datang.

Kendaraan dari arah Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Majapahit sudah tidak bisa melintas ke arah Jalan Medan Merdeka Barat, pun arah sebaliknya. Kendaraan hanya bisa melewati Jalan Abdul Muis yang mengarah ke Harmoni.

Kendaraan dari arah Jalan Veteran yang menuju Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Medan Merdeka Barat juga sudah tidak bisa melintas.

Sebelumnya, BEM SI memutuskan kembali turun ke jalan sehari setelah Jokowi-Ma’ruf dilantik. BEM SI menegaskan akan terus bergerak menyuarakan kepentingan rakyat.

“Semua alasan di atas, baik landasan filosofis tentang demokrasi, situasi kebijakan terkini dan juga tidak adanya tindak lanjut atas pertemuan dengan Presiden Jokowi, sudah cukup bagi kami untuk tetap menjaga napas gerakan ini. Maka kami Aliansi BEM Seluruh Indonesia bersepakat akan kembali turun ke jalan, tepat satu hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, pada 21 Oktober 2019,” kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muhammad Nurdiyansyah, dalam keterangannya, Minggu (20/10/2019).

“Kami akan selalu berkomitmen untuk mengawal setiap kepentingan rakyat, selama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, mulai dari awal hingga setiap kepentingan rakyat dapat terwujud. Merdeka!” tambah dia.

BEM SI juga merasa kecewa terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia. Mereka menilai aspirasi rakyat yang mereka bawa tidak ada tindak lanjutnya karena tersumbat.

“Demokrasi Indonesia hari ini, terwakili dalam gambaran serangkaian aksi protes, sejak 24 September hingga hari ini. Tersumbatnya aspirasi publik, corong perwakilan yang tak mendengar kehendak umum, serta kongsi penguasa dan parlemen menjadi wajah politik elite kita,” kata Nurdiyansyah.

 

 

(Red/Detik)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *