30 March 2020
  • 30 March 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Jefri Tambayong Sebut, Polisi Harus Tegas Kepada Bandar Narkoba

Jefri Tambayong Sebut, Polisi Harus Tegas Kepada Bandar Narkoba

By on 19 February 2020 0 45 Views

Jakarta, ROC – Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja saat ini sudah dalam kondisi darurat. Untuk menyikapi hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan yang berkesinambungan, apalagi di wilayah  DKI Jakarta dan sekitarnya. Terlebih DKI Jakarta sebagai ibukota Negara.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko menyebutkan, bahwa penyalah gunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Dimana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.   Kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengkonsumsi narkoba.

Menurut Ketua Umum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (FOKAN 2018-2021), Jefri Tambayong. SH, mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalah gunaan narkoba. antara lain faktor lingkungan, gaya hidup, pengaruh teman lewat faktor lingkungan dan juga faktor ekonomi.

“Karena orang mau gampang untuk mencari uang dan pada akhirnya menyalahgunakan narkoba dengan menjadi kurir, dan lain sebagainya  jadi itu kurang lebih itulah faktor-faktor terjadinya tindak penyala gunaan narkoba, serta tidak paham tentang bahaya narkoba, sehingga mereka pikir ini biasa-biasa saja, padahal, ini bisa membuat kehancuran, karena pemakai narkoba itu opsinya hanya tiga, yakni masuk penjara, masuk rumah sakit atau mati,“ tegas Jefri yang juga merupakan Ketua Umum Gerakan Mencegah Daripada Mengobati GMDM dalam pesan singkatnya kepada ROC beberapa waktu yang lalu.

Untuk itu, lanjut Jefri, upaya yang harus dilakukan pihak kepolisian dalam menangulangi terjadinya tindak pidana penyadaran narkotika bagi remaja. adalah melakukan sosialisasi bahaya narkoba, lalu polisi tegas kepada pemakai narkoba di rehab, dan bandar narkoba itu harus di hukum seberat-beratnya.

“Jadi, polisi itu harus menjadi sahabat masyarakat, tapi polisi juga tegas kepada bandar-bandar narkoba, jadi cara penanganan ini harus secara simultan dan bersama-sama,” ujarnya.

Untuk itu Jefri menegaskan, tindakan dan sanksi hukum yang diberikan kepada remaja dibawah umur, yaitu harus di rehabilitasi. Untuk diketahui, jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja per-tahunnya berdasarkan data dari BNN  di tahun 2019 sekitar 2-3 juta anak-anak kalangan remaja. (Red/Par)  

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *