31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jamal Preman Pensiun Kembali Memakai Sabu Usai Rehabilitasi, Ini Alasannya!

Jamal Preman Pensiun Kembali Memakai Sabu Usai Rehabilitasi, Ini Alasannya!

By on 29 August 2020 0 141 Views

Ket.gbr: Jamal Preman Pensiun atau bernama asli Zulfikar alias Ikang (39), kembali mengejutkan publik Bandung. Jamal ditangkap karena kasus narkoba. 

ROC — Nama Zulfikar, artis pemeran Jamal Preman Pensiun, menjadi perbincangan karena tersandung kasus narkoba. Dunia maya saat ini sedang memperbicangkannya. Hal ini disebabkan pria yang kerap disapa Ikang Sulung itu ditangkap polisi lagi akibat tersangkut kasus narkoba.

Nama Jamal Preman Pensiun bahkan memuncaki trending satu di mesin pencari Google Indonesia, Jumat (28/7).

Berdasarkan informasi yang beredar, Zulfikar kini menggunakan baju tahanan. Ia bahkan mengenakan kalung bertuliskan tersangka. Sosoknya muncul saat jumpa pers di Polrestabes Bandung, Jumat (28/7).

Ia disebut menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada orang-orang tercinta dan masyarakat Kota Bandung.

Seperti diketahui, bukan kali ini saja pemeran Jamal Preman Pensiun tersandung kasus narkoba. Sebelumnya, ia juga sempat ditangkap akibat kasus yang sama pada 2019. Ia bahkan menjalani rehabilitasi.

Pada tayangan yang diunggah di channel Youtube, pemeran Jamal Preman Pensiun pun buka suara.

Ia menyampaikan penyebab dia memakai narkoba lagi. Pemeran Jamal Preman Pensiun ini mengaku, kondisinya agak berat setelah selesai menjalani rehabilitasi.

Jamal yang sempat jualan online usai tak main sinetron lagi ini mengaku, sangat sulit mendapatkan pekerjaan belakangan ini.

“Agak berat ketika baru keluar rehab dan situasi sedang lockdown dan memang pekerjaan dan lain-lainnya agak sulit bagi saya sehingga terakhir kemarin saya tergoda untuk memakai lagi. Ternyata berujung ke sini,” katanya, dilansir dari video channel Youtube Kompas TV berjudul Jamal Preman Pensiun, Belum Pensiun Pakai Narkoba yang diunggah pada 28 Agustus 2020.

Sebagai informasi, ia ditangkap pada Kamis (27/8/2020) di Jalan Cisantren, Arcamanik, Kota Bandung. Dia ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung karena kepemilikan sabu-sabu.

Ikang Sulung

Jauh sebelum bermain di sinetron komedi Preman Pensiun, dia sudah terjun ke dunia lawak. Tahun 2008 Zulfikar tergabung dalam sebuah grup lawak bernama Sulung.

Karena itu, dia dikenal juga dengan nama Ikang Sulung. Grup lawak tersebut pernah masuk kontes Audisi Pelawak TPI (API) tahun 2008.

Bahkan, Zulfikar dkk masuk ke Grand Final API 2. Sayangnya, mereka kalah dari grup lawak Bemo asal Jakarta. Perlu diketahui, dulu API merupakan kontes pelawak terkenal di tanah air.

Beberapa pelawak terkenal termasuk Sule, adalah jebolan dari API. Selain grup lawak, Zulfikar juga pernah tergabung dalam P-Project dan beberapa kali main sinetron.

Barulah karier dari pria lulusan Universitas Padjadjaran ini melejit saat membintangi Preman Pensiun.

Dalam Preman Pensiun yang tayang 2015, Zulfikar berperan sebagai Jamal.

Jamal adalah seorang preman yang memiliki penampilan khas, selalu mengenakan topi koboy. Kebiasaannya juga khas, yaitu suka meminum es teh lemon.

Dalam cerita sinetron karya Aris Nugraha tersebut, Jamal bermarkas di Jalan Braga. Dia adalah preman yang haus kekuasaan.

Karena itu, dia ingin merebut kekuasaan Kang Bahar. Kang Bahar yang diperankan almarhum Didi Petet diceritakan merupakan preman paling berkuasa di Bandung.

Namun, Kang Bahar memutuskan pensiun, dan menyerahkan kekuasaannya ke tangan kanannya, Kang Mus yang diperankan Epy Kusnandar.

Setelah Kang Bahar pensiun, Jamal berusaha melakukan politik adu domba dan merongrong kekuasaan Kang Mus. Kala itu, dia dibantu anak buahnya, Ujang Rambo.

Jamal juga menggunakan Resti untuk menghasut anak buah Kang Mus. Namun pada akhirnya, usaha Jamal sia-sia. Itulah peran Zulfikar dalam sinetron Preman Pensiun.

Kemampuan Zulfikar dalam dunia seni peran ternyata sudah terasah sejak lama. Sejak bangku SMA, dia aktif di dunia teater.
(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *