31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jaksa Pinangki Akhirnya Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Jaksa Pinangki Akhirnya Diperiksa Bareskrim Hari Ini

By on 2 September 2020 0 115 Views

ROC – Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polri berencana memeriksa jaksa Pinangki Sirna Malasari pada Rabu (2/9) hari ini.

“Iya rencana hari ini yang bersangkutan diperiksa Subdit III Dittipikor Bareskrim Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono ketika dihubungi, Rabu.

Pinangki rencananya diperiksa di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Pinangki ditahan di rutan tersebut dalam kasus dugaan suap terkait kepengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) yang ditangani Kejagung.

Pinangki diduga menerima suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Awi mengatakan, Bareskrim akan meminta keterangan Pinangki terkait penyelidikan terhadap dugaan perbuatan pidana lainnya oleh Djoko Tjandra.

“Dengan agenda klarifikasi penyelidikan perbuatan hukum lainnya yang dilakukan oleh JST,” ucap dia.

Pinangki sedianya diperiksa pada Kamis (27/8). Namun, Pinangki meminta pemeriksaan terhadap dirinya dijadwalkan ulang karena saat itu akan dibesuk oleh anaknya.

Saat ini, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri juga sedang menyidik kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Djoko Tjandra.

Perkara red notice tersebut telah memasuki tahap penyidikan dan telah ditetapkan empat orang tersangka.

Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga sebagai pemberi suap.

Tersangka yang diduga memberi suap dikenakan Pasal 5 Ayat 1, Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo diduga menerima suap.

Terduga penerima suap disangkakan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11, dan Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *