25 October 2020
  • 25 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-75 RI di Balai Kota Jakarta, ini Isi Pidato Anies Baswedan

Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-75 RI di Balai Kota Jakarta, ini Isi Pidato Anies Baswedan

By on 18 August 2020 0 87 Views

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jadi inspektur upacara HUT ke-75 RI di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8).
(dok: ROC)

ROC – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi inspektur upacara dalam acara HUT ke-75 Republik Indonesia (RI) di Balai Kota DKI Jakarta. Upacara HUT RI di Balai Kota tahun ini digelar dengan jumlah terbatas karena masih ada pandemi Covid-19, Senin (17/8) kemarin.

Anies terlihat menggunakan pakaian dinas upacara (PDU) serba putih. Selain itu, tampak Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.

Tak hanya itu, pejabat dari unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) juga terlihat mengikuti upacara. Selain jumlah peserta yang terbatas, anggota Paskibraka DKI yang bertugas mengibarkan bendera pagi hari hanya berjumlah tiga orang. Para peserta upacara juga terlihat melaksanakan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker. Jarak barisan pun terlihat berjarak dan lebih longgar.

Proses pengibaran bendera berlangsung khidmat. Lagu ‘Indonesia Raya’ mengiringi ketika bendera Merah Putih dikerek naik.

Dalam upacara itu, Anies menyinggung para pahlawan baru. Pahlawan itu adalah para tenaga kesehatan (Nakes) yang tengah berjuang menjadi benteng terakhir pandemi Covid-19, dan tak sedikit diantara mereka yang telah gugur syahid.

“Tujuh puluh lima tahun kita merdeka, muncul pahlawan baru saat di mana kita saksikan ribuan dokter, perawat, seluruh tenaga kesehatan tanpa ragu menempatkan diri sebagai benteng pertahanan terakhir melawan pandemi, sebagian tinggalkan keluarganya untuk selamanya, gugur dalam perjuangannya menyelamatkan saudara-saudara sebangsa. Allah syahidkan mereka, insyaallah,” kata Anies.

Anies mengatakan adanya pandemi Covid-19 ini seharusnya menjadi momentum untuk mencatat sejarah kembali melakukan perjuangan. Dia kemudian meminta semua pihak mengesampingkan hal-hal yang dapat mengganggu kepentingan perjuangan.

“Tujuh puluh lima tahun Indonesia Merdeka adalah kesempatan kita kembali mencatatkan sejarah. Saat di mana cobaan besar datang kepada umat manusia di seluruh dunia, tak terkecuali pula di Indonesia dan di Ibu Kota,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan perjuangan yang saat ini dilakukan melawan musuh yang tak terlihat. Menurutnya, situasi pandemi ini juga pernah terjadi 100 tahun lalu.

“Saat di mana kita menghadapi musuh yang tak terlihat, yang tak membedakan siapa yang diserangnya, yang mampu berlipat ganda dan menyebar ke setiap penjuru Nusantara. Saat di mana, setelah 100 tahun lamanya, pandemi, wabah, pagebluk, kembali menjadi ujian bagi negara kita,” ucapnya.

Anies kemudian mengajak semua pihak bersatu untuk menguatkan satu sama lain. Menurutnya, selain berikhtiar, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi hal yang utama.

“Inilah saatnya kita bersatu, saling menjaga, saling mengingatkan, serta saling menguatkan. Dan inilah saatnya kita ingat bahwa tanggung jawab manusia adalah berikhtiar sekuat tenaga, lalu bermunajat kepada Allah SWT agar mengunci ikhtiar kita dengan takdir-Nya,” pungkasnya. (Red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *