20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • IOMKI Disebut sebagai Pembunuh Massal, Ini Curhatan Menperin

IOMKI Disebut sebagai Pembunuh Massal, Ini Curhatan Menperin

By on 5 August 2020 0 104 Views

Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang 

ROC – Langkah Kementerian Perindustrian untuk mengizinkan pelaku industri tetap beroperasi melalui Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di tengah pandemi Covid-19, mendapatkan banyak respons negatif dari masyarakat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, sejak diberlakukannya aturan tersebut, dirinya kerap mendapatkan kritikan dari masyarakat. Kritikan-kritikan tersebut diterima langsung melalui WhatsApp (WA) pribadi Agus.

Bahkan, Agus mengaku sempat dituding sebagai pembunuh massal, akibat masih memberikan izin kepada industri untuk beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

“Sejak awal Covid masuk kebijakan ini diambil, saya dapat kritikan bertubi-tubi masuk WA saya. (Katanya) Kemenperin pembunuh massal, membiarkan pabrik tetap beroperasi,” ujar Agus dalam diskusi virtual, Jakarta, Selasa (4/8).

Padahal menurutnya, langkah tersebut sangat diperlukan agar perekonomian nasional tidak terpuruk lebih dalam lagi akibat pandemi Covid-19 ini.

Pria yang sempat menjabat sebagai Menteri Sosial itu menegaskan, pihaknya mengizinkan pelaku industri untuk tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Protokol tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kemenperin Nomor 8/2020 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki IOMKI.

Nantinya, perusahaan harus memberikan laporan melalui portal SINAS dengan menggunakan akun masing-masing.

Apabila ada perusahaan yang tidak menyampaikan laporan pelaksanaan operasional dan mobilitas kegiatan industri sebanyak tiga kali periode, maka akan dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan IOMKI.

“Apakah ada pegawai buruh yang terpapar dan bagaimana menangani dalam SE sebelumnya kami tetapkan SOP dalam tangani jika diperusahaan ditemukan kasus,” pungkas Agus. (Red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *