23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Wilayah Terdampak Siklon Tropis Seroja, Doni Monardo: Pulau Adonara Paling Parah, Tetap Disiplin Prokes

Ini Wilayah Terdampak Siklon Tropis Seroja, Doni Monardo: Pulau Adonara Paling Parah, Tetap Disiplin Prokes

By on 6 April 2021 0 53 Views

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) memberikan keterangan kepada media. (Foto: BNPB)

ROC – Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Minggu (04/04) dini hari, disebut seorang warga merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara hujan lebat akibat Siklon Tropis Seroja juga melanda kawasan dan beberapa wilayah lain di Indonesia dan Timor Leste. Siklon Tropis Seroja tersebut memicu banjir, tanah longsor dan menghanyutkan jembatan, menumbangkan pohon serta membuat jalan dilapisi lumpur tebal.

Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) hingga Senin (5/4) dini hari juga menyebabkan aliran listrik di Kota Kupang terputus total.

Sementara di Dili, Timor Leste, jalan rusak setelah banjir besar melanda kota tersebut, Selasa (6/4).

Sejumlah bencana akibat cuaca buruk karena Siklon Tropis Seroja di kawasan timur Indonesia dan negara tetangga Timor Leste meninggalkan jejak kehancuran yang menyebabkan sejumlah orang dinyatakan hilang serta menewaskan sedikitnya 27 orang di pinggiran ibu kota, Dili.

Salah satu insiden terburuk juga terjadi di pulau Lembata, di mana banyak rumah hancur sewaktu hujan melongsorkan lahar yang mengeras di sepanjang lereng gunung berapi Ili Lewotolok.

Hingga saat ini, puing-puing terlihat di kota Adonara, di Flores Timur, setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan timur Indonesia dan negara tetangga Timor Leste, Minggu 4 April 2021.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang saat ini berada di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT mengatakan, setidaknya ada 11 wilayah yang terdampak termasuk Kabupaten Bima, di provinsi NTB akibat siklon tropis Seroja ini. Data jumlah korban jiwa sampai saat ini masih fluktuatif.

“Untuk sementara korban jiwa yang meninggal sekitar 81 orang tapi mohon maaf data akan berubah setiap jam dan yang masih dalam pencarian 103 orang,” ujar Doni.

Adapun wilayah yang paling terdampak parah sejauh ini adalah Pulau Adonara, di Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Lembata di Provinsi NTT.

Berdasarkan laporan dari pemda setempat, ujar Doni, di Lembata setidaknya ada 224 unit rumah rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang, dan 75 unit rumah rusak ringan.

BNPB dan Kementerian PUPR, ujar Doni, akan segera merelokasi masyarakat yang berada di wilayah tersebut ke tempat pengungsian. TNI dan Polri juga sudah membangun dapur lapangan hampir di semua titik sehingga diharapkan tidak ada masyarakat yang tidak mendapatkan pasokan logistik.

“BNPB juga menyiagakan satu pesawat kargo di Kupang untuk membantu logistik baik ke Lembata dan juga kawasan lainnya yang membutuhkan,” jelasnya.

Ditambahkannya, fasilitas kesehatan sudah tersedia di hampir semua wilayah yang terdampak, tetapi tenaga kesehatan seperti dokter masih sangat terbatas.

Untuk menghindari kerumunan di tempat-tempat pengungsia, BNPB akan mengupayakan agar pengungsi tersebut bisa menyewa rumah keluarga mereka sendiri dengan memberikan bantuan dana siap pakai dari BNPB kepada setiap kepala keluarga.

Doni mengatakan BNPB dan Kemenkes menyalurkan alat rapid test antigen ke seluruh daerah agar bisa melakukan pengujian terhadap warga, termasuk rombongan-rombongan dari luar daerah, seperti jajaran TNI, Polri dan para relawan

Pemerintah juga akan segera memperbaiki rumah warga yang rusak akibat dihantam badai ini. Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah untuk memperbaiki rumah rusak berat adalah Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *