31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Kata Ulama Atas Aksi Sujud Wali Kota Surabaya di hadapan IDI, Harus Dilihat Secara Cermat

Ini Kata Ulama Atas Aksi Sujud Wali Kota Surabaya di hadapan IDI, Harus Dilihat Secara Cermat

By on 1 July 2020 0 114 Views

Jakarta, ROC – Viral aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sujud di hadapan para dokter saat menggelar audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia pada Senin (29/6) lalu.

Lalu bagaimana ajaran Islam memandang aksi sujud tersebut? Menurut mantan Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta dan pakar Alquran, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad, bahwa dalam Alquran, Allah SWT pernah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. Para ahli tafsir berbeda pendapat dalam mengartikan sujud tersebut, ada yang berpendapat sujud yang dilakukan malaikat hanya membungkukkan badan saja.

“Tapi ada juga yang mengatakan sujud ya sujud biasa seperti sujudnya orang sholat tapi karena yang memerintahkan Allah maka ya tidak apa-apa. Sujudnya itu bukan sujud untuk beribadah. Kalau sujudnya untuk beribadah itu syirik,” kata Ahsin dalam sambungan telepon, Rabu (1/7).

“Jadi di sini, baik membungkukkan badan ataupun sujud seperti sujudnya sholat tapi niatnya untuk menghormati ya tidak apa-apa,” sambung Ahsin.

Suatu ketika, lanjut Ahsin,  Nabi Yusuf AS meminta ayah ibunya dan keluarganya yang berjumlah 75 orang untuk pindah ke Mesir dari Palestina. Sebagaimana dikisahkan dalam Alquran Surat Yusuf ayat 100:

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, “Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Mahamengetahui, Mahabijaksana.”

Menurut Ahsin, ulama juga berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Sebagian menganggap, bahwa yang dilakukan hanya membungkukkan badan saja dan sebagian pendapat lain mengatakan bahwa tradisi saat itu yang mengharuskan keluarga Yusuf sujud.

“Ada yang mengatakan bahwa pada masa itu, syariat mereka itu sujud kepada orang pada masa itu diperbolehkan tapi tetap nuansanya nuansa menghormati, bukan sujud ibadah, bukan,” terang Ahsin

Budaya pada satu dekade saat itu ungkapnya, sujud merupakan bentuk penghormatan. Sama seperti budaya saat ini, ungkap Ahsin, seorang anak harus membungkuk dan mencium tangan orangtuanya atau cium pipi kanan dan kiri.

“Jadi itu dalam rangka seperti itu, kalau seandainya sujudnya itu sujud tahiyyat (menempelkan dahi pada lantai), lalu Syekh Ali Jaber saja bersujud mencium (kaki) anak kecil, Syekh Jaber sujud seperti itu, masa Syekh Ali Jaber syirik,” kata Ahsin.

Apabila dilihat dari konteks peristiwanya, terang Ahsin, apa yang dilakukan Syekh Ali Jaber karena kagum terhadap seorang anak kecil yang dengan kelumpuhan otaknya namun bisa menghafal 30 Juz Alquran lengkap dengan halaman dan letak ayat pada setiap barisnya.

Apa yang terjadi pada peristiwa Walikota Surabaya Risma yang seketika viral karena sujud di hadapan dokter, Ahsin menyarankan agar tidak serta merta mengatakan syirik.

“Kita jangan buru-buru mensyirikkan, kita takwi bahwa itu menghormati,” kata Ahsin.

“Memang ada hadits di mana Nabi (Muhammad) saat itu ada orang yang mau bersujud kepada beliau namun Nabi menolak, tidak boleh sujud itu, sujud hanya kepada Allah SWT,” ucap Ahsin.

“Dan saya kira ibu Risma itu hanya spontanitas saja karena dia emosional sehingga apa kira-kira yang bisa menyalurkan rasa emosionalnya itu, sehingga bersujud kepada dokter,” pungkasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *