11 July 2020
  • 11 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Isu Yang Akan Hambat Sigit Prabowo Gantikan Idham Aziz

Ini Isu Yang Akan Hambat Sigit Prabowo Gantikan Idham Aziz

By on 14 June 2020 0 105 Views

Foto: istimewa

ROC — Lembaga pengamat polisi Indonesia Police Watch (IPW) menilai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo sangat berpotensi menjadi calon kepala kepolisian menggantikan Jenderal Idham Aziz. Selain dekat dengan Presiden Jokowi, menurut IPW, Jenderal bintang tiga ini masih berusia relatif muda.

“Sigit sangat berpotensi, apalagi sangat dekat dengan Jokowi, tapi ada kendala yang menghadangnya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, di Jakarta pada Sabtu kemarin (13/6).

Hanya saja Neta enggan menyebutkan kendala yang dimaksudkan. Sebagian kalangan berpendapat isu agama akan menjegal mantan ajudan Presiden Jokowi ini maju sebagai kandidat kapolri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten juga pernah menolak pengangkatan Sigit sebagai Kepala Kepolisian Banten pada 2016 meskipun akhirnya ia tetap dilantik oleh Kapolri Tito Karnavian.

“Masalah agamanya yang Kristen akan menghadangnya (maju sebagai kandidat Kapolri),” kata salah sumber yang tak ingin disebut namanya.

Sumber ini berpendapat, hambatan isu agama bukan berasal dari internal institusi polisi. Tapi isu identitas agama Sigit dapat berdampak buruk pada sistem keamanan ketika polisi menghadapi aksi massa yang mengatasnamakan Islam.

“Situasi politik saat ini di mana kelompok garis keras Islam sempat menguat di Pilpres 2019 tentu akan berdampak pada sistem keamanan yang akan diterapkan Polri dalam menghadapi aksi-aksi massa ke depan, setidaknya akan bisa diarahkan untuk memojokkan kinerja kepolisian, apalagi dalam menghadapi isu-isu terorisme,” ujarnya.

Dari catatan sejarah polisi pun, kata dia, hampir tak ada Kapolri dari nonmuslim. Hanya Jenderal Polisi Purnawirawan Widodo Budidarmo yang tercatat nonmuslim pernah memimpin Polri.

“Sepanjang sejarah Polri baru satu orang, itu pun sepupu Ibu Tien Soeharto,” ucapnya.

IPW menyebut Sigit sebagai salah satu dari delapan jenderal potensial menggantikan Idham Aziz yang akan pensiun pada Januari tahun depan. Polisi kelahiran Ambon ini berusia 51 tahun atau memiliki 7 tahun sisa masa jabatan sebelum pensiun.

Dari delapan nama itu, Sigit juga dianggap berpotensi menyingkirkan kandidat lainnya sesama ‘geng Solo’. Kategori ‘geng Solo’ yang dimaksud Neta ialah para kandidat kapolri versi IPW yang pernah bertugas di kampung halaman Jokowi.

Jika dicermati peta kekuatan figur calon Kapolri geng Solo saat ini, Kabareskrim Sigit berada di atas angin.

Di Solo, Kabareskrim ini pernah menjabat kepala Polresta Solo 2011. Sementara dua kandidat ‘geng Solo’ lainnya ialah Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

Ahmad Luthfi pernah menjabat Wakapolres Solo 2011 dan Nana Sudjana pernah bertugas sebagai Kapoltabes Surakarta 2010. Sigit dan kedua Kapolda ini bertugas di Solo semasa Jokowi menjabat wali kota di sana.

Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi kini berusia 53 tahun sementara Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana 55 tahun. Meski lebih tua dari Sigit, keduanya masih berpangkat bintang dua.

“Jika dicermati peta kekuatan figur calon Kapolri geng Solo saat ini, Kabareskrim Sigit berada di atas angin,” ujar Ketua Presidium IPW ini. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *