5 December 2020
  • 5 December 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Daftar Pendukung Jokowi di Komisaris BUMN Selain Zuhairi Misrawi

Ini Daftar Pendukung Jokowi di Komisaris BUMN Selain Zuhairi Misrawi

By on 18 November 2020 0 65 Views

ROC — Untuk kesekian kalinya, relawan dan tim kampanye Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mendapatkan jatah kursi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terbaru, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Zuhairi Misrawi menjadi komisaris independen PT Yodya Karya (Persero), perusahaan negara yang bergerak di bidang jasa konsultan teknik dan manajemen.

“Ini bagian untuk melayani dan memberikan pengabdian untuk negara,” kata Zuhairi saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 17 November 2020 kemarin.

Sebelum Zuhairi, sejumlah relawan dan tim kampanye telah lebih dulu mendapatkan jatah kursi komisaris. Berikut beberapa di antaranya:

1. Fadjroel Rachman

Salah satu yang paling awal mendapatkan jatah kursi komisaris adalah aktivis Fadjroel Rachman. Fadjroel yang kini menjadi juru bicara presiden tersebut ditunjuk menjadi komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada September 2015.

“Terima kasih, terima kasih, didoakan dan didukung ya,” kata dia saat dihubungi Tempo. Ia adalah pendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) setahun sebelumnya, 2014.

Pada Kamis, 4 Juni 2020, Fadjroel tak lagi menjadi menjadi komisaris utama di Adhi Karya. Tapi, hanya berselang dua hari, ia ternyata sudah menjadi komisaris di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

2. Arya Sinulingga

November 2019, giliran Arya Sinulingga yang menjadi Komisaris PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum. Arya adalah staf khusus Erick Thohir yang juga juru bicara kampanye Jokowi saat Pilpres 2019.

3. Dwi Ria Latifa dan Arif Budimanta

Februari 2020, Politikus PDI Perjuangan Dwi Ria Latifa menjadi komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara Politikus PDI Perjuangan lainnya, Arif Budimanta, menjadi komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Saat itu, Erick Thohir sempat mengatakan adanya sejumlah nama kader partai politik di jajaran dewan komisaris perusahaan pelat merah dipastikan beralasan dan tidak menyalahi peraturan.

“Misalnya adanya figur Pak Arif Budimanta (Komisaris Bank Mandiri) dia kan tidak masuk DPP (partai), dia saat ini juga bekerja membantu kami, jadi sah-sah saja,” ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/10) lalu.

4. Lukman Edy

Juni 2020, ada mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen di PT Hutama Karya (Persero) Tbk. Edy adalah Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

5. Ulin Ni’am Yusron

Pada Oktober 2020, giliran Ulin Ni’am Yusron yang menjadi Komisaris Independen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC. Ulin, yang pernah tercatat sebagai Dewan Penasihat Relawan Teman Jokowi dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

6. Eko Sulistyo

Tak lama setelah kabar diangkatnya Ulin Yusron sebagai komisaris ITDC, bekas relawan Jokowi lainnya, Eko Sulistyo, diangkat menjadi Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. Eko adalah mantan Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) periode 2014-2019. Dia juga tercatat pernah menjadi tim sukses Jokowi sejak di Solo.

7. Dyah Kartika Rini Djoemadi

Masih di bulan Oktober 2020, Erick mengangkat Dyah Kartika Rini Djoemadi sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero). Dyah Kartika Rini Djoemadi merupakan relawan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 dan pemilihan presiden RI pada 2014.

Tapi di luar beberapa nama ini, masih ada banyak lagi para relawan yang telah diangkat menjadi komisaris oleh Erick Thohir. Pengangkatan ini terus dilakukan meski banyak menuai kritik dari publik.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *