31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Curhatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dalam Buku yang Dirilis

Ini Curhatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dalam Buku yang Dirilis

By on 5 July 2020 0 111 Views

Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

ROC – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama sejumlah ekonom merilis buku berjudul Terobosan Baru Atas Perlambatan Ekonomi. Dalam buku tersebut, ia menuliskan sejumlah tantangan selama menjadi teknokrat.

“Menulis buku seperti ini adalah cara untuk kita saling belajar dan mempelajari,” kata Sri Mulyani dalam acara bedah buku yang diselenggarakan alumni FEB UI, Sabtu (4/7).

Dia pun berterus terang, sebagai policy maker dan sekarang terjun sebagai menteri keuangan punya keterbatasan dalam pengambilan kebijakan. Ide-ide yang biasanya tersaji pada saat menjadi akademisi, tak bisa serta-merta diterapkan ketika menjadi teknokrat.

“Kita kadang-kadang waktu di akademik merasa bisa menjelaskan dan bisa menganalisa dan membahas berbagai topik. Pada saat kita sebagai pembuat kebijakan dan apalagi dalam situasi seperti sekarang ini Covid-19, kita sering tidak dihadapkan pada kemewahan di dalam mendesain kebijakan dalam suasana yang tenang,” ujar dia.

Di dalam buku ini, dia mengaku menuliskan tantangan sebagai pimpinan atau sebagai seorang pembuat kebijakan terutama dalam lingkungan yang sangat banyak berubah. Dikatakan, ada berbagai pilihan dan adjustment yang harus dibuat.

“Pilihan-pilihan itu sering adalah conflicting dengan banyak sekaligus. Jangan lupa bahwa sebagai pengelola kebijakan maka kita adalah berhadapan di dalam suatu lingkup dimana masyarakat mengharapkan banyak sekali,” tandas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Harapan itu, kata dia terartikulasikan melalui berbagai macam saluran. Semua itu perlu mendapat porsi untuk diakomodir.

“Apakah salah dari sisi partai politik atau kah dari sisi media, atau kah dari sisi para aktivis, NGO (LSM) di luar dan yang lain-lain. Itu semuanya terartikulasikan dan kita para policy maker mendengar itu. Namun untuk bisa menetapkan policy seperti apa kita dihadapkan pada kendala dan tradeoff. Jadi kita tidak dalam posisi semua bisa dipilih tanpa ada kendala,” ungkapnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *