22 October 2020
  • 22 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Buronan Kelas Kakap, Sampai Melewati Masa 6 Presiden

Ini Buronan Kelas Kakap, Sampai Melewati Masa 6 Presiden

By on 1 August 2020 0 169 Views

Ket.gbr: Eddy Tansil dalam foto tanggal 15 April 1994 (dok. Kompas.com)

ROC — Djoko Tjandra, Maria Pauline Luwoma, dan juga Harun Masiku belakangan jadi pembicaraan karena mereka buron. Dua nama awal sudah dibekuk dan satu nama lainnya belum ditangkap.

Mereka dikenal sebagai buronan. Namun, dalam pikiran saya tak ada yang lebih lekat dari kata “buron” selain lelaki bernama Eddy Tansil. Jika dengar kata “buron” saya sering ingat sosok Eddy Tansil.

Eddy Tansil adalah buronan kasus penggelapan sejak tahun 1996! Artinya dia menjadi buronan di masa enam Presiden Indonesia yakni Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

Lamanya Eddy Tansil jadi buron juga bisa ditilik dari diri saya sendiri. Kasus Eddy kabur dari LP Cipinang itu terjadi ketika saya masih SMP. Kini, saat anak saya sudah SD, Eddy Tansil pun belum tertangkap.

Bisa jadi, anak muda saat ini juga tak tahu siapa Eddy Tansil. Ya maklum saja karena saat Eddy kabur dari LP Cipinang, banyak pemuda yang belum lahir. Bahkan bapak ibu mereka belum menikah, masih saling naksir.

Diketahui, Eddy Tansil mengembat duit sampai Rp 1,5 triliun yang didapat dari kredit Bank Bapindo untuk perusahaannya, Golden Eye Group. Eddy sudah divonis 20 tahun penjara, vonis maksimal dalam kasus pidana.

Kemudian, Eddy yang sudah dipenjara, melarikan diri dari LP Cipinang. Beberapa petugas di dalam diduga ikut memuluskan larinya Eddy dari LP Cipinang. Perburuan pun terus dilakukan, tapi sampai saat ini atau 24 tahun kemudian, masih nihil.

Kaburnya Eddy Tansil menurut saya memang luar biasa. Dia kabur di masa pemerintahan Seoharto. Pemerintahan yang masih terpusat dan cenderung ketat pada mereka yang melawan pemerintah, tak terkecuali para terpidana termasuk Eddy Tansil. Namun, Eddy membuktikan bahwa dia licin bak belut. Dia bisa kabur.

Di Tiongkok?

Dalam beberapa kesempatan, ada yang menyebut bahwa Eddy Tansil ada di Tiongkok. Bahkan ada informasi jika Eddy Tansil sudah membangun bisnis di sana. Sayangnya, hal itu tak pernah terkonformasi secara tuntas karena buktinya Eddy Tansil belum dibekuk.

Saya berpikir bahwa pemerintahan Jokowi saat ini bermitra dengan Tiongkok di bidang investasi dan ekonomi. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan juga mengakui bahwa Tiongkok adalah negara dengan kekuatan ekonomi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Tenaga kerja Tiongkok pun datang ke Indonesia dalam rangka kerja sama ekonomi. Misalnya adanya 500 tenaga kerja Tiongkok di Sulawesi Tenggara. Saya pikir pola kerja sama ini bisa dimanfaatkan untuk membekuk Eddy Tansil.

Ya artinya bahwa keuntungan ekonomi Tiongkok karena bekerja sama dengan Indonesia bisa “digunakan” menangkap Eddy Tansil. Ini menjadi kesempatan besar mumpung Indonesia lagi gencar kerja sama dengan Tiongkok.

Tapi ya memang kasus ini sudah sangat lama. Sebagian kita mungkin sayup-sayup agak lupa dengan Eddy Tansil. Bahkan, mungkin ada yang tak ingat sama sekali. Tapi, menegakkan hukum memang kadang tak terkait dengan popularitas. Eh, tapi Eddy Tansil masih hidup?

(Edy Hasbi/Kompas.com/Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *