22 April 2021
  • 22 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Alasan Tim Indonesia Tiba-tiba Dipaksa Mundur dari All England

Ini Alasan Tim Indonesia Tiba-tiba Dipaksa Mundur dari All England

By on 18 March 2021 0 80 Views

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Tim Indonesia terpaksa mundur dari All England 2021. Foto:  dok. PBSI.

ROC – Kabar mengejutkan datang dari turnamen All England yang tengah berlangsung di Birmingham, Inggris. Seluruh tim Indonesia terpaksa harus mundur dari turnamen Yonex All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Hal ini dikarenakan, saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021) lalu, tim Indonesia satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19. Tidak diketahui siapa penumpang yang positif tersebut, namun ia bukan termasuk dalam tim Indonesia.

Dikutip dari akun @ina_badminton , sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada dalam satu pesawat yang sama dengan penderita Covid-19, maka atlet dan official harus menjalani isolasi selama 10 hari.

Berdasarkan aturan ini, tim Indonesia terpaksa mundur dari turnamen dan melakukan isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 di Crown Plazza Birmingham City Centre, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham pada Sabtu lalu.

Keputusan ini menimbulkan protes keras dari atlet Indonesia. Ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon mengungkapkan kekecewaan dalam akun Instagramnya.

Marcus menyatakan, mengapa tim Indonesia tidak mendapatkan keadilan. Menurutnya, jika memang pemerintah Inggris memiliki aturan ketat dalam penanganan Covid-19, mengapa BWF tidak menerapkan aturan sistem ‘bubble’ dalam turnamen ini, dan mengapa mereka tidak dikarantina setelah tiba di Inggris.

Sebelumnya, ada tujuh orang yang berasal dari tim lain yang dinyatakan positif Covid-19. Namun setelah dilakukan tes ulang satu hari setelah tes pertama, mereka dinyatakan negatif.

Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan, terlebih hingga saat ini hanya tim Indonesia yang dinyatakan harus menarik diri dari turnamen All England. Padahal seluruh tim Indonesia dinyatakan negatif Covid-19 dalam tes sebelum dan setelah penerbangan ke Birmingham.

“Kami sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap hasil tes yang mereka lakukan. Karena seperti yang bisa kita lihat, semua tujuh kasus positif Covid-19 bisa berubah menjadi negatif hanya dalam satu hari,” tulis Marcus.

Selain itu, di kolom komentar dia meminta pertanggungjawaban BWF sebagai pihak penyelenggara All England.

“Jangan mengadakan even (turnamen) jika (BWF) tidak bisa mengatur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *