27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Alasan Risma Menangis dan Sujud di Hadapan IDI Surabaya

Ini Alasan Risma Menangis dan Sujud di Hadapan IDI Surabaya

By on 29 June 2020 0 126 Views

Ket.gbr: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersujud di kaki dokter saat audiensi dengan IDI Surabaya, Senin (29/6). (sumber: tangkaplayar video youtube)

Surabaya, ROC — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara mengejutkan bersujud dan menangis di hadapan sejumlah dokter, saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Balai Kota, Senin (29/6).

Ia menangis tersedu-sedu di hadapan para dokter yang telah berjuang melawan Covid-19.

Kejadian ini bermula dari adanya keluhan salah satu dokter, yang juga merupakan ketua tim Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging) RSUD dr. Soetomo Surabaya, dr. Sudarsono, mengenai membludaknya RS karena pasien covid-19.

Kepada Risma, dokter tersebut menyatakan, salah satu penyebab membludaknya rumah sakit karena banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Risma pun sontak mendekati dokter tersebut dan bersujud di dekat kakinya. Sambil tersedu Risma menyatakan bahwa pihak Pemkot Surabaya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan RS dr. Soetomo, yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur.

“Kami tidak bisa masuk Rumah Sakit dr. Soetomo pak, kami bisa kalau rumah sakit yang lain. Kalau Bapak nyalahkan kami, kami enggak terima, kami tidak bisa masuk di sana,” ujar Risma yang mengungkapkan kekesalannya di hadapan dokter.

Usai dibujuk sejumlah orang yang hadir, Risma kembali berdiri dan melanjutkan audiensi. dr. Sudarsono pun melanjutkan permohonannya kepada Pemkot Surabaya agar bisa melakukan mediasi untuk mencari solusi terkait penanganan covid-19 di RS dr. Soetomo.

Setelah beberapa saat berjalan, Risma kembali bersujud di hadapan dokter tersebut. Pihak dokter dan semua yang hadir di tempat tersebut kembali membujuk Risma dan menyuruh berdiri.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *