19 January 2021
  • 19 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ini Alasan KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo

Ini Alasan KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo

By on 14 December 2020 0 56 Views

Menteri KKP Edhy Prabowo.
Penahanan Edhy Prabowo diperpanjang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ROC — KPK memperpanjang penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan empat tersangka lainnya dalam perkara dugaan suap perizinan ekspor benih lobster atau benur.

Selain dari Edhy Prabowo, keempat tersangka tersebut ialah Safri (SAF), Stafsus Menteri KKP; Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih (AF), Staf istri Menteri KKP; dan Suharjito (SJT), Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Pelaksana Tugas (PLT) Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri mengungkapkan, perpanjangan Penahanan tersebut selama 40 hari terhitung mulai besok, 15 Desember 2020.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan terhadap 5 orang tersangka masing-masing selama 40 hari dimulai tanggal 15 Desember 2020 sampai 23 Januari 2021,” ungkap Ali Fikri pada Senin (14/12).

Jubir KPK mengatakan, Edhy dan keempat orang tersebut masih akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) cabang KPK di Gedung Merah Putih.

Lebih lanjut Ali mengatakan, Perpanjangan penahanan ini dilakukan karena untuk kepentingan penyidikan.

“Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik KPK masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangka tersebut,” ucap Ali dikutip ROC dari PMJNEWS.

Untuk informasi, pada perkara dugaan suap ekspor lobster ini KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Kasus yang menimpa Menteri Edhy diduga telah menerima sejumlah uang dari Suharjito, chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP).

Selanjutnya, Perusahaan Suharjito telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *