11 July 2020
  • 11 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • IMI : Rentetan Gebrakan Menteri BUMN, Kebijakan yang Konsisten dan Terukur

IMI : Rentetan Gebrakan Menteri BUMN, Kebijakan yang Konsisten dan Terukur

By on 15 June 2020 0 47 Views

Jakarta, ROC — Ketua Dewan Pakar IMI (Indonesia Maju Institut) Lukman Edy mengatakan, beberapa gebrakan yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (ET), menunjukkan adanya pola kebijakan yang konsisten dan terukur.

Menurutnya, Erick Thohir sejak dilantik hingga saat ini belum berhenti menjalankan kebijakan strategis di kementeriannya dan beberapa perusahaan pelat merah.

Dari sudut pandang reformasi birokrasi, apa yang dilakukan oleh pendiri Mahaka Group itu merupakan bagian dari apa yang disebut dengan efisiensi dan transformasi.

“Yang saya dengar, yang bisa mengerem langkah cepat, progresif dan konsisten Menteri ET dalam melakukan effisiensi dan transformasi ala beliau hanya Presiden Jokowi. Jangan coba-coba mengganggu konsentrasinya, pasti tidak diindahkannya, kecuali ada perintah langsung dari Presiden Jokowi,” ucap Lukman Edy di Jakarta, Minggu malam (14/6).

Ditambahkan LE, sapaan Lukman Edi, semua yang dilakukan ET sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, yang tujuannya untuk mempercepat gerak dalam membangun bangsa, serta penyederhanaan birokrasi. Seperti waktu di awal dia dilantik, atas nama efisiensi dan efektifitas, ET memangkas empat jabatan deputi di kementeriannya yang di era Rini Soemarno diisi oleh tujuh orang. Kini, dipangkas menjadi tiga orang saja.

Setelah itu, lanjutnya, mantan ketua TKN Jokowi – Ma’ruf itu terus melakukan berbagai gebrakan. Antara lain dia menutup 51 anak dan cucu perusahaan BUMN dari 3 perusahaan yakni Garuda Indonesia, Pertamina, dan Telkom.

Kemudian, ET menggabungkan sejumlah BUMN dalam bentuk holding, merampingkan seluruh jumlah direksi anak perusahaan pelat merah, termasuk BUMN karya dengan memasukkan kader dan enginer muda.

Terakhir, dia melakukan perombakan di Pertamina. Susunan direksi yang semula 11, kini jumlahnya tinggal 6 jabatan saja.

“Perombakan ini dilakukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan PT Pertamina beberapa hari yang lalu,” tukas LE.

Menurut LE, dari berbagai kebijakan itu terlihat bahwa menteri BUMN sekarang ini sedang menjalankan dua ajaran David Osborne, yakni efisiensi dengan cara memangkas birokrasi, dan transformasi dengan cara mewirausahakan birokrasi.

“Dua kaca pandang dalam karya masterpiece David Osborne, Banishing Bureucracy dan reinventing Goverment akan mudah digunakan dalam melihat langkah-langkah yang dilakukan oleh ET,” sebutnya.

Sebagai seorang profesional, yang dilakukan Erick Thohir menurutnya tidaklah mengherankan. Sebab profesionalisme bagi menteri berusia 50 tahun itu sudah menjadi habbit.

“Karena nalar bisnis efisiensi dan transformasi dipastikan akan mewarnai kebijakannya,” ungkap LE.

Ditambahkan LE, ini menandakan bahwa ET telah menunjukkan integritasnya dengan tidak terpengaruh berbagai tekanan internal maupun eksternal. Bukan tidak sedikit tekanan di internal BUMN yang merasa tidak nyaman dengan kencangnya terobosan menteri ET.

“Kasak-kusuk di internal sudah seperti lebah, mendengung. Begitu juga eksternal tidak kurang banyaknya yang membebani menteri ET, tapi beliau konsisten mengeksekusi visi transformasinya,” ungkap mantan politikus Senayan dari PKB ini.

LE menambahkan, pada aspek operasional dengan kebijakan mengganti figur-figur senior dengan yang lebih muda merupakan gambaran keinginan Menteri Erik, agar BUMN-BUMN lebih progresif dan bergerak cepat.

Apalagi hari ini BUMN menjadi andalan untuk bangkitnya ekonomi nasional, pasckrisis akibat covid-19.

“Kita tunggu langkah berikutnya. Menteri ET adalah efisiensi dan transformasi. Kita doakan semoga BUMN kita benar-benar berubah dan memberikan kontribusi optimal dalam pertumbuhan ekonomi secara khusus dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara umum,” tandas LE. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *