3 April 2020
  • 3 April 2020
Breaking News

Ibu Kota Baru Butuh Pasokan Listrik 1.555 MW

By on 27 November 2019 0 78 Views

Jakarta, ROC  – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan perlu tambahan kapasitas pembangkit sekitar 1.555 MW untuk menyuplai listrik di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

“Persiapan energi untuk persiapan ibu kota baru kami sampaikan bahwa tambahan pasokan tenaga listrik yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik adalah sebesar 1.555 MW sampai dengan tahun 2024,” kata Arifin Tasrif saat rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Rabu (27/11/2019).

Tambahan itu dilakukan dengan mempertimbangkan laju perpindahan penduduk, konsumsi perkapita, dan konsumsi jaringan.

Arifin Tasrif menyebut, tambahan pembangkit sampai 2024 di Kalimantan Timur awalnya hanya sebesar 691 MW. Untuk itu masih diperlukan tambahan pembangkit baru sekitar 864 MW.

“Sampai dengan 2024 tambahan pasokan di Kaltim tercatat sebesar 691 MW, sehingga masih diperlukan tambahan sebesar 864 MW,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini kebutuhan tenaga listrik di Kaltim dipasok oleh Sistem Interkoneksi Kalimantan yang merupakan interkoneksi antara subsistem Barito di Kalsel dan Kalteng dan subsistem Mahakam di Kaltim. Kondisi kelistrikan di Sistem Interkoneksi Kalimantan adalah daya mampu netto 1.569,1 MW dengan beban puncak mencapai 1.094,9 MW sehingga tersisa cadangan sebesar 474,2 MW (30%).

Beban listrik di Kabupaten Penajaman Paser Utara baru mencapai 15,89 MVA yang dipasok dari 1 GI, yaitu GI Petung dengan kapasitas GI sebesar 90 MVA. Beban listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara baru mencapai 117,54 MVA yang dipasok dari 3 GI, yaitu GI Karang Joang, GI Manggarsari, dan GI Senipah dengan total kapasitas GI sebesar 290 MVA.

Spesifikasi pengembangan kelistrikan ibu kota baru yang ideal menurut adalah Zero down time (perlu minimal 3 layers sumber pasokan tenaga listrik), Circular configuration grid & smart grid (termasuk dilengkapi Energy Storage System – ESS), Jaringan tegangan tinggi, menengah, dan rendah (TT, TM, & TR) menggunakan under ground cable, Pembangkit EBT untuk menggantikan dominasi PLTU dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (Red/Detik)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *