25 October 2020
  • 25 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Hentikan Lockdown : Virus Corona Tanpa Gejala Melonjak, China terus Berjuang Padamkan Wabah

Hentikan Lockdown : Virus Corona Tanpa Gejala Melonjak, China terus Berjuang Padamkan Wabah

By on 9 April 2020 0 429 Views

Ket.gbr: Nampak seorang pasien berusia 98 tahun yang sudah pulih dipulangkan dari Rumah Sakit Leishenshan di Wuhan (foto: Asiawire/DMU)

Wuhan China, ROC — Kota Wuhan, di China adalah tempat pertama kali munculnya wabah Virus Corona. Sejak beberapa hari lalu pemerintah telah menghentikan kebijakan lockdown setelah tak ada lagi pasien baru Virus Corona atau Covid-19.

Meski demikian, pemerintah setempat memeriksa secara ketat para pendatang atau masuknya orang luar ke salah satu provinsi di China itu.

Kantor berita Xinhua, Senin (6/4/2020), melaporkan 39 kasus Virus Corona baru pada hari Minggu, naik dari 30 hari sebelumnya. Jumlah kasus Virus Corona tanpa gejala juga melonjak. China terus berjuang untuk memadamkan wabah.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan bahwa 78 kasus asimptomatik baru telah diidentifikasi pada Minggu sore dibandingkan dengan 47 hari sebelumnya.

Kasus impor dan pasien tanpa gejala, yakni kasus tanpa menunjukkan gejala tetapi masih dapat menularkan virus kepada orang lain, telah menjadi perhatian utama China dalam beberapa pekan terakhir. China sebelumnya berhasil menekan tingkat infeksi dengan penahanan ketat.

Otoritas kesehatan Provinsi Hubei mengungkapkan bahwa, Hubei yang merupakan episentrum awal wabah, menyumbang hampir setengah dari kasus asimptomatik baru. Sebanyak 705 orang dengan kasus tanpa gejala berada di bawah pengawasan medis di sekitar daratan China.

Lonjakan kasus tanpa gejala yang baru dilaporkan China minggu lalu menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, ibu kota provinsi Hubei di Wuhan telah mengizinkan orang meninggalkan kota pada 8 April untuk pertama kalinya sejak dikunci pada akhir Januari.

Hubei mulai melonggarkan pembatasan perjalanan akhir bulan lalu. Ini adalah bagian dari upaya China yang lebih luas untuk mengembalikan perekonomian ke jalur semula. China juga berusaha mencegah gelombang kedua infeksi.

Pada Senin (6/4) lalu, Xinhua melaporkan bahwa otoritas Wuhan memcabut status bebas wabah dari 45 kompleks perumahan karena munculnya kasus tanpa gejala dan karena alasan lain yang tidak ditentukan.

Selain itu, status bebas epidemi memungkinkan orang yang tinggal di sebuah kompleks di Wuhan untuk meninggalkan rumah mereka selama dua jam sekaligus.

China telah melaporkan total 81.708 kasus, dengan 3.331 kematian. China telah menutup akses bagi orang asing di tengah penyebaran virus corona secara global. Tapi, sebagian besar kasus impor melibatkan warga negara China yang kembali dari luar negeri.

Dari kasus baru yang menunjukkan gejala kemarin, 38 adalah orang yang telah memasuki Tiongkok dari luar negeri, dibandingkan dengan 25 hari sebelumnya.

Perbatasan Rusia

Dari mereka, 20 telah tiba di provinsi timur laut Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia. Semuanya adalah warga Tiongkok yang telah terbang dari Moskow ke Vladivostok, termasuk 12 yang menggunakan penerbangan 2 April yang sama, dan melakukan perjalanan ke China melalui jalan darat.

Sumber infeksi lain yang mungkin adalah sekitar 1,6 juta warga Tiongkok yang belajar di luar negeri. Banyak di antara mereka telah berjuang untuk kembali ke rumah sejak Beijing membatasi penerbangan internasional ke negara itu.

Kedutaan besar China di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa China tengah mempersiapkan penerbangan charter untuk membawa pulang pelajar China yang belajar di AS, dimulai dengan yang termuda.

Provinsi Guangdong melaporkan satu infeksi baru yang ditularkan secara lokal. Angka ini turun dari lima hari sebelumnya di provinsi yang sama. Kasus penularan lokal di kota Shenzhen, adalah orang yang telah melakukan perjalanan dari provinsi Hubei, kata pihak berwenang provinsi Guangdong.

Komisi kesehatan Guangdong menaikkan tingkat risiko untuk total empat distrik di kota Guangzhou, Shenzhen dan Jieyang dari rendah menjadi sedang pada hari Minggu.

Dan hasil pemeriksaan tersebut, mereka mendapatkan fakta bahwa seorang remaja dari Inggris yang kembali ke Wuhan terbukti membawa Virus Corona.

Sementara itu, Dailymail.co.uk memberitakan, seorang remaja Tionghoa yang belajar di Inggris telah menjadi orang pertama yang membawa Virus Corona baru kembali ke Wuhan, bekas pusat pandemi.

Kota ini pekan lalu menyatakan bahwa mereka telah membatasi wabah setelah mencatat hanya satu infeksi baru dalam 10 hari.(red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *