21 August 2019
  • 21 August 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Haul ke-643, Wabup Mojokerto Ziarah ke Makam Syekh Jumadil Kubri

Haul ke-643, Wabup Mojokerto Ziarah ke Makam Syekh Jumadil Kubri

By on 1 October 2018 0 126 Views

Mojokerto, ROC – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga (DISPARPORA), melakukan ziarah ke makam Syekh Jumadil Kubro dalam memperingati Haul yang ke 643 pada tahun ini.

Wakil Bupati Mojokerto Bapak H. Pungkasiadi, turut menghadiri kegiatan tersebut, dan didaulat untuk untuk membacakan silsilah (Paluhuran) Syekh Jumadil Kubro yang diawali dengan membuka jalan atau istilah jawanya “Cucuk Lampah” sebagai prosesi untuk tolak bala dan mengusir semua gangguan hawa negatif, agar kegiatan ini berjalan dengan lancar.

“Trowulan adalah merupakan daerah wisata religi dan sebagai unggulan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto, baik itu dibidang sejarah, budaya maupun agama.Dalam memperingati Haul Syekh Jumadil Kubro ini masyarakat sekitarnya sangatlah antusias dan menyambut positif dengan kegiatan tersebut. Karena dapat mengingat akan perjuangan Syekh Jumadil Kubro dalam menyebarkan Agama Islam,” ucap Wakil Bupati Mojokerto.

Selain khaul di makam, juga diadakan acara kirab atau arak-arakan tersebut akan menyajikan berbagai tumpeng yaitu Tumpeng besar (agung), Tumpeng aneka macam hasil bumi dan Tumpeng jajan pasar yang merupakan suatu tradisi dan daya tarik tersendiri bagi kegiatan tersebut serta sebagai suatu keberkahan.

Peserta Kirab rata-rata berpakaian ala Wali Songo, ala Santri, pembawa tujuh  kendi, pembawa jajanan pasar,dan Tumpeng Songo, Panji Poncowarno, Panji Gulo Klopo(Sang Saka Merah Putih) lansung diserahkan kepada Wakil Bupati Bapak H. Pungkasiadi. Dimana kegiatan ini diadakan setiap tahun, karena untuk memperingati Agama Islam masuk pada masa kerajaan Mojopahit.

“Nguri-nguri budaya tetap dijaga serta dilestarikan. Dimana animo masyarakat sangat tinggi terhadap budaya Mojopahit. Event seperti ini yang dikemas dalam budaya jawa yang ada didaerah Trowulan bisa dimanfaatkan sebagai wisata daerah,” ujar Pungkasiadi.

Syekh Jumadil Kubro dalam Literaturnya sejarah dikenal sabagai penyebar agama islam ditanah jawa pada masa kerajaan Mojopahit. Mengingat jasanya sangat besar bagi umat islam didaerah jawa timur khususnya di mojokerto sehingga tradisi ini selalu diperingati atau selalu dikirimi doa pada waktu wafatnya atau dalam artian islamnya sebagai Haul. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *