20 July 2019
  • 20 July 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Hati-Hati Kelamaan di “Rest Area”, E-Toll Bakalan Hangus

Hati-Hati Kelamaan di “Rest Area”, E-Toll Bakalan Hangus

By on 11 June 2018 0 114 Views

Jakarta, (ROC)  – Mungkin sebagian orang pengguna jasa jalan tol belum mengetahui standar operasional prosedur (SOP) pengoperasian uang elektronik. Bahwa jika terlalu lama berada di jalan tol akan membuat layanan e-toll  tidak terbaca sistem reader atau dinyatakan ‘hangus’ saat melakukan pembayaran di Gerbang Tol (GT).

General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Reza Febriano menjelaskan, bahwa setiap perjalanan di gerbang tol telah ditentukan waktunya, bila melebihi durasi, maka kartu uang elektronik tak bisa digunakan.

“Jadi kalau transaksi itu kan ada awal, kita tap di gerbang masuk, kemudian tap lagi di gerbang keluar. Itu ada jangka waktu limitnya, misalnya di Purbalenyi maksimal tidak boleh lebih dari empat jam,” kata Reza seperti dilansir dari DetFinance, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Area Masuk Rest Area

Bila durasi berada di dalam tol lebih lama dari yang ditentukan, lanjut Reza, maka kartu uang elektronik tidak akan terbaca oleh sistem. Sehingga, pembayaran atau transaksi di gerbang tol dilakukan secara manual.

“Jadi kalau lebih, ya kita transaksinya secara manual. Tapi nggak ada pemotongan saldo apapun, nggak ada denda dan sanksi tidak ada, jadi cuma bayar secara manual saja dengan petugas,” katanya.

Dia mengatakan bahwa pengaturan ini dilakukan untuk menjaga uang elektronik digunakan sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, aturan ini juga sebagai fungsi kontrol dari BUJT terhadap tol yang dikelolanya.

“Jadi untuk monitoring, karena masuk dengan keluar juga harus monitor. Petugas kan juga punya hak untuk validasi kalau terlalu lama di jalan tol bisa dicek,” katanya.

Sementara itu Kepala BPJT Herry T.Z mengatakan sejatinya aturan ini membantu pengaturan kondisi lalu-lintas di musim mudik seperti ini. Hal itu agar pemudik diingatkan untuk tidak terlalu lama di tempat istirahat.

“Jadi memang istirahat di rest area agar secukupnya tidak berlama-lama karena harus berbagi dengan pengguna lain yang ingin memanfaatkan,” tuturnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *