26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Hati-Hati Bikin Cover Lagu di Youtube, Terancam Denda Rp 4 Miliar dan Bisa Dipenjara 3 Tahun

Hati-Hati Bikin Cover Lagu di Youtube, Terancam Denda Rp 4 Miliar dan Bisa Dipenjara 3 Tahun

By on 5 September 2020 0 247 Views

Ket.gbr: Seminar nasional tentang hak cipta dan HAKI digelar oleh Asosiasi Bela Hak Cipta (ABHC) di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2020 lalu.

ROC – Belakangan kembali marak di media sosial tentang sejumlah musikus yang kembali mengingatkan perihal pentingnya hak cipta dan hukuman yang akan menjerat apabila kita mengabaikan hal tersebut.

Izin serta penyertaan secara jelas siapa pemilik dari lagu adalah salah satu hal yang harus kita lakukan agar bisa selamat dari jerat hukum dan ancaman pidana Undang-undang Hak Cipta, khususnya meng-cover lagu dan diunggah ke Youtube.

Dalam sebuah seminar nasional membahas soal produk hak cipta dan HAKI digelar oleh Asosiasi Bela Hak Cipta (ABHC) di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2020 lalu, sebagian musisi mendukung adanya hukuman dan denda untuk siapapun yang melakukan cover lagu di Youtube. Hal ini ditempuh agar hak cipta lagu mereka tetap terjaga dan dihargai.

Namun, sebagian musisi yang lainnya ada yang tidak mempermasalahkan cover lagu selama Youtuber tidak “mencuri” lagu tersebut.

Cover lagu tanpa izin dan pencantuman nama pemilik hak cipta dari lagu bisa dikenakan hukuman penjara selama paling lama tiga tahun dan/atau denda Rp 500 Juta. Hal itu terjadi bila cover lagu yang kalian lakukan tanpa izin diunggah di media sosial atau layanan streaming dan memonetasinya.

Perihal tersebut tercatat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Pasal 113.

Tidak hanya mengatur mengenai penggunaan ulang sebuah karya tanpa izin, pasal itu juga sekaligus mengatur tentang pembajakan yang akan dikenakan hukum pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda Rp 4 Milyar.

Berikut Undang-undangnya

1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

3. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

4. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Sebelumnya, isu mengenai hak cipta itu kembali diangkat dalam seminar nasional yang digelar oleh Asosiasi Bela Hak Cipta (ABHC) di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2020.

(idj)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *