24 October 2020
  • 24 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Hasto Kristianto : Polemik RUU HIP, Hapus Pasal Pancasila Sebagai Trisila

Hasto Kristianto : Polemik RUU HIP, Hapus Pasal Pancasila Sebagai Trisila

By on 15 June 2020 0 199 Views

Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/istimewa

Jakarta, ROC — PDI Perjuangan setuju dengan saran dari kelompok Islam untuk menghapus Ekasila dari Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Namun, partai berlambang banteng moncong putih ini juga ingin menambahkan larangan terhadap sejumlah ideologi.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya setuju penghapusan pasal yang mengatur ciri pokok Pancasila sebagai Trisila yang kristalisasinya dalam Ekasila.

Demikian halnya penambahan ketentuan guna menegaskan larangan terjadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta bentuk “khilafahisme”.

“Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Menkopolhukam Prof Mahfud MD memahami suasana kebatinan yang berkembang, dan PDI Perjuangan meyakini bahwa pemerintah akan kedepankan dialog dan menampung aspirasi yang berkembang,” kata Hasto dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (14/6).

Menurut Hasto, polemik berkaitan dengan RUU HIP menunjukkan kuatnya kesadaran masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar yang memersatukan bangsa. Dengan demikian akan bijak sekiranya semua pihak mengedepankan dialog.

“Sebab dialog, musyawarah dan gotong royong adalah bagian dari praktek demokrasi Pancasila,” jelas dia.

Hasto memandang bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa pejuang dan tercatat sebagai negara yang memperoleh kemerdekaan sebagai buah dari rasa percaya diri. Indonesia juga dikenal sebagai pelopor tata dunia baru yang damai dan berkeadilan.

“Semua kepeloporan tersebut mampu menjadi spirit bangsa-bangsa Asia-Afrika dan Amerika Latin memerdekakan diri. Kita harus bangga dengan kepeloporan tersebut dan seharusnya menatap masa depan penuh rasa percaya diri, dan pada saat bersamaan selalu kedepankan persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghindar dari politik devide at impera,” jelas dia.

Latar belakang itu, kata Hasto, yang membuat Pancasila digali dari bumi Indonesia adalah saripati kepribadian bangsa yang sarat dengan tradisi gotong royong dan musyawarah.

“Atas dasar hal tersebut, maka terkait dinamika, pro dan kontra yang terjadi dengan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila, sikap PDI Perjuangan adalah mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat. Musyawarah untuk mufakat adalah praktek demokrasi Pancasila,” tandasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *