20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Hasil Tes Swab Positif, Achmad Purnomo Dinyatakan Positif Covid-19

Hasil Tes Swab Positif, Achmad Purnomo Dinyatakan Positif Covid-19

By on 27 July 2020 0 136 Views

ROC — Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo terkonfirmasi positif Covid-19. Purnomo dinyatakan positif terkena Covid-19 usai usai melakukan tes PCR setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Juli lalu. Terkait temuan itu Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menegaskan bahwa setiap tamu kepala negara selalu menerapkan protokol kesehatan dan harus melakukan rapid tes.

Menurut Heru, dengan adanya kasus positif Wakil Wali Kota Solo, Jokowi akan melakukan tes swab lebih cepat dari jadwal.

“Untuk khusus hal Wakil Wali Kota Solo, saya rasa Bapak Presiden akan melakukan swab lebih cepat dari biasanya, setelah mendengar Wakil Wali Kota Solo positif,” paparnya.

Tidak hanya Presiden, menurut Heru, seluruh perangkat Presiden juga akan mempercepat jadwal uji usap (swab).

Jadwal Presiden menurut Heru pada Jumat kemarin melakukan tes kesehatan rutin.

“Presiden dan seluruh perangkat akan mempercepat jadwal swab tes.”

“Jadwal Bapak Presiden memang hari ini jadwal tes kesehatan rutin,” ungkapnya.

Menurut Heru, belum diketahui di mana dan kapan Achmad Purnomo tertular Covid-19.

“Kan gini, Wakil Wali Kota terkontaminasinya di mana kan tidak tahu, bisa saja setelah dari Istana kan?” katanya.

Selama ini menurutnya, Jokowi menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat dalam setiap aktivitasnya.

Misalnya, para tamu yang akan bertemu Presiden wajib melakukan rapid test terlebih dahulu. Selain itu, jumlah tamu yang bertemu Presiden juga dibatasi.

“Perlu kami tegaskan di sini, setiap pejabat, menteri atau masyarakat yang akan bertemu Presiden akan kami lakukan protokol kesehatan yang ketat.”

“Pertama adalah dilakukan rapid test. Kedua, tentunya kita menggunakan masker, dan ketiga selalu menjaga jarak.”

“Di dalam Istana pun kursi dan tata letak meja kursi sudah kami lakukan jaga jarak dan lainnya,” bebernya.

Disterilkan Pakai Ultra Violet

Heru Budi Hartono juga menjelaskan, pihaknya melakukan penerapan protokol kesehatan semaksimal mungkin kepada Presiden serta perangkatnya di masa Pandemi Covid-19 ini.

Presiden dan keluarga melakukan pemeriksaan rutin kesehatan seminggu sekali.

“Iya, Ibu Negara dengan Bapak Presiden dan keluarga sama perlakuannya, kami lakukan tes kesehatan dengan rutin,” katanya.

Selain Presiden dan keluarga, para perangkat atau orang-orang yang sering berinteraksi dengan Presiden juga melakukan tes kesehatan secara rutin.

Termasuk, dirinya dan Deputi Bidang Protokol, Pers, Media, dan Informasi Kantor Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Bahkan, juru masak hingga Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) juga melakukan hal yang sama.

Untuk juru masak dan Paspampres, tes kesehatan yang di dalamnya termasuk uji usap (swab) dilakukan per dua bulan sekali.

Selama dua bulan mereka yang dinyatakan sehat tidak boleh berinteraksi sembarangan.

“Misalnya, besok ada jadwal pergantian dua bulan, berarti malam ini yang baru sudah kami lakukan swab.”

“Masuk, dan dia bekerja tidak boleh berinteraksi dengan yang lainnya sampai dengan 2 bulan berikutnya,” katanya.

Tidak hanya itu, ruangan yang akan digunakan Presiden untuk bekerja, rapat, atau pertemuan lainnya juga dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.

Sterilisasi menggunakan sinar ultra violet, 3 jam sebelum ruangan digunakan.

“Jadi misalnya Bapak Presiden akan bekerja di Istana Negara, berarti jam 6 pagi kami lakukan sterilisasi dan orang tidak boleh masuk,” paparnya.

Heru mengatakan, protokol kesehatan di lingkungan Presiden sudah sangat ketat.

Antisipasi penularan dari orang-orang yang bertemu Presiden juga sudah dilakukan semaksimal mungkin.

“Saya rasa sudah ketat, sudah maksimum, dan tentunya kami berdoa semoga semuanya tidak tertular.”

“Dan untuk Pak Wakil Wali Kota Solo kami berdoa semoga semuanya tetap sehat dan bisa melalui ini dengan baik,” harapnya.

Heru mengatakan intensitas kegiatan kerja Presiden tidak akan dikurangi, meski terdapat kasus positif orang yang sempat bertemu kepala negara tersebut.

Presiden tetap beraktivitas dan bekerja dengan pembatasan jumlah peserta.

“Contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore misalnya jam 3 di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan kami kurangkan jadi 20, dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi,” tuturnya. (Red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *