26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News
  • Home
  • Headline
  • Harga Tiket Pesawat Turun, Penjualan Langsung Meningkat

Harga Tiket Pesawat Turun, Penjualan Langsung Meningkat

By on 15 January 2019 0 95 Views

Jakarta, Roc – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tarif tiket pesawat. Beberapa hari terakhir, tarif pesawat sempat melambung dan membuat ramai di masyarakat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Airlines (GIA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) mengungkapkan penjualan tiket langsung laris manis sejak harga diturunkan. Padahal sebelumnya terjadi penurunan pada penjualan tiket pesawat.

“Sekarang iya (penjualan tiket) langsung meningkat,” kata Ari saat ditemui di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Ari menyebutkan kenaikan terjadi sebesar 10 persen. Kenaikan tersebut dinilai tidak terlalu besar sebab saat ini sudah mulai memasuki masa low season.

Ari mengungkapkan ada beberapa destinasi yang tiketnya terjual dengan cepat pasca adanya penurunan harga. ” Surabaya, Yogyakarta, Denpasa, Medan, gitu-gitu,” ujarnya.

Pembelian tiket bahkan sudah terjadi untuk jadwal penerbangan 1 hingga 2 bulan ke depan. Ari menilai masyarakat mungkin takut akan terjadi kenaikan harga lagi sehingga membeli tiket dari jauh-jauh hari.

“Beli dan mereka takut naik lagi yang 1-2 bulan langsung dbeli. Ituu ada kenaikan penjualan,” ujarnya.

Diketahui, PT Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif penerbangan di sejumlah rute menyusul hasil konsolidasi Kementerian Perhubungan dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia Indonesia (Inaca) soal lonjakan harga tiket beberapa waktu lalu. Di mana tiket Aceh-Jakarta yang awalnya Rp 3,2 juta saat ini sudah turun Rp 1,6 juta, selain itu Jakarta-Surabaya dari Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,3 juta.

Sementara itu, rute Jakarta-Surabaya tarif sudah mulai turun menjadi Rp 500.000 dan Jakarta-Yogyakarta Rp 300.000-Rp 400.000. Ari mengaku sejumlah rute memang belum turun tarifnya karena permintaan yang masih tinggi, seperti Jakarta-Denpasar pada waktu-waktu sibuk mulai pukul 06.00-09.00 atau pada sore hari.

“Karena di rute-rute tertentu di ‘prime time’ itu permintaaanya tinggi seperti ke Denpasar, apalagi Kamis sore sampai Senin siang semua jam pasti penuh,” tandasnya. [Spy/Red7]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *