21 August 2019
  • 21 August 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Harapkan Keberkahan, Ratusan Peserta Ikuti Ruwat Sukerta

Harapkan Keberkahan, Ratusan Peserta Ikuti Ruwat Sukerta

By on 22 September 2018 0 137 Views

Mojokerto, ROC – Ratusan orang mengikuti acara Ruwat Sukerta dihalaman depan Pendopo Agung Trowulan Kabupaten Mojokerto.

Prosesi Ruwat Sukerta diikuti oleh berbagai kalangan, baik kalangan tua,muda maupun anak-anak.Bahkan tampak pula sejumlah balita yang ikut dalam tradisi ini. Peserta Ruwat Sukerta berjajar rapi dengan menggunakan pakaian dari kain mori putih.

Mereka antri menunggu giliran mengikuti prosesi siraman tujuh air suci. Peserta Ruwat Sukerta ini berasal dari daerah Mojokerto dan dari beberapa daerah lainnya seperti Sidoarjo, Jombang, Trenggalek, Surabaya dan adapula yang dari Gresik. Masyarakat yang dari daerah lainnya dengan sengaja datang untuk mengikuti prosesi Ruwat Sukerta.

Ruwat Sukerta dipercayai sebagaian masyarakat bisa mendatangkan keberkahan dan buang sial setelah mengikuti prosesi siraman.Air yang digunakan untuk proses Ruwat Sekerta berasal dari tujuh sumber air yang ada didaerah Trowulan itu sendiri.Ketujuh sumber tersebut yakni air kelapa,air laut tawar,air hujan,embun,sumber tempur,air sendang serta air sumber petirtaan pad peninggalan zaman Kerajaan Mojopahit.

Dalam acara Ruwat Sukerta masing-masing peserta dengan didampingi pemangku adat,mengikuti proses siraman didepan wadah air yang telah dicampur bunga-bunga.Air suci disiramkan mulai dari ujung kepala hingga membasuhi seluruh tubuh.Setelah proses siraman selesai,seorang pemangku adat lainnya memotong sedikit rambut.Potongan rambut tersebut selanjutnya ditaruh kedalam sebuah lembaran kain dan disisihkan kedalam sebuah mangkuk.

Setelah prosesi mandi air suci dan potong rambut selesai,peserta kemudian digiring menuju pemangku adat lainnya untuk diberikan sebuah benang yang disematkan ditangan sebelah kanan.Kemudian masing-masing peserta yang telah menyelesaikan ritual siraman,pemotongan rambut dan pemotongan benang,dipersilahkan untuk mengganti pakaian.

Setelah itu mereka diminta untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan lakon “LAHIRE MAHESA SURA”.Pemangku adat yang bernama Ki Wiro Kandeg Wongso Jumeno mengatakan kepada awak media bahwa ruwatan ini merupakan laku budaya Jawa yang sudah ada sejak zaman dahulu.Ruwatan ini merupakan sebuah ikhtiar manusia untuk meminta keberkahan kepada Tuhan YME,dijauhkan dari kesialan hidup serta dikabulkan cita-citanya ujar Ki Wiro Kandeg Wongso Jumeno. [HP/HAR]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *