30 March 2020
  • 30 March 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Gunung Merapi Meletus, Tinggi Kolom Capai 6000 Meter

Gunung Merapi Meletus, Tinggi Kolom Capai 6000 Meter

By on 4 March 2020 0 108 Views

Jakarta, ROC — Berdasarkan konfirmasi yang dihimpun republikonline.com dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, berselang 19 hari setelah letusan 13 Februari 2020, hari ini, Selasa (3/3), sekitar pukul 05.22 WIB, Gunung Merapi kembali meletus menyemburkan abu vulkanik setinggi 6.000 meter dari kawah gunung dan mengeluarkan awan panas.

Data BPPTK Yogyakarta menunjukkan amplitudo letusan 75 mm dengan durasi 450 detik. Disertai luncuran awan panas ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Arah angin erupsi ke utara. Status aktivitas Merapi saat ini berada pada level ll atau masih Waspada.

“Letusan terekam di seismograf dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Awanpanas teramati sejauh <2 km di sektor Selatan – Tenggara, masyarakat diharap untuk tetap tenang” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3).

Hanik menjelaskan, seperti pada letusan-letusan sebelumnya letusan hari ini tidak didahului prekursor yang jelas. Seismisitas pada tanggal 2 Maret 2020 terdiri dari gempa VTA 1 kali, MP 8 kali, LF 2 kali, dan DG 1 kali. Demikian juga deformasi juga tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Data observasi ini menunjukkan bahwa menjelang letusan tidak terbentuk tekanan yang cukup kuat karena material letusan didominasi oleh gas vulkanik,” jelasnya.

Rangkaian letusan Gunung Merapi sejak November 2019 hingga saat ini serta aktivitas kegempaan VTA menjadi indikasi bahwa saat ini Gunung Merapi berada pada fase intrusi magma menuju permukaan yang merupakan fase ke-7 dari kronologi aktivitas erupsi Gunung Merapi Merapi 2018-2020.

“Kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung,” ungkapnya.

Selain itu, dilansir dari berbagai sumber, situasi di lereng Merapi mulai dari Klaten, Dukun, maupun Selo dinyatakan normal, setelah letusan, cuaca sedikit gelap sehingga asap tidak terlihat. Aktivitas warga berlangsung seperti biasa sambil tetap waspada.

Camat Kemalang, Budi Prasetyo mengungkapkan belum ada laporan dampak signifikan. Melihat kecenderungan selama ini abu tidak ke Klaten.

“Laporan sementara aman terkendali. Kita pantau terus perkembangan,” ungkap Budi Prasetyo. (idj/idj) Foto : Tempo

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *