27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Sumatera
  • Guncangan 2 Kali Gempa Buat Warga Bengkulu Panik, ini Analisis BMKG

Guncangan 2 Kali Gempa Buat Warga Bengkulu Panik, ini Analisis BMKG

By on 19 August 2020 0 114 Views

Ket.gbr: Tangkapan layar informasi gempa bumi yang mengguncang Bengkulu pada Rabu (19/8/2020)
Sumber: BMKG/https://www.bmkg.go.id/

ROC — Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo dan 6,9 magnitudo mengguncang wilayah Bengkulu pada Rabu (19/8/2020) pagi tadi.

Dilansir dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 6,8 terjadi pada pukul 05.23 WIB dan kemudian disusul gempa 6,9 magnitudo pada pukul 05.29 WIB. Selain itu, titik gempa atau pusat gempa yang terjadi juga di lokasi yang berdekatan.

Gempa pertama yang terjadi usia sholat Subuh itu berada di episenter pada koordinat 4.50 Lintang Selatan (LS) dan 100.91 Bujur Timur (BT), di laut atau berjarak 169 kilometer (KM) Barat Daya Bengkulu, 177 km Barat Laut Pulau Enggano, Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, 185 km Barat Daya Bengkulu Utara, dan 188 km Barat Daya, Bengkulu Tengah, dengan kedalaman 10 Km.

Sementara gempa kedua, berada di episenter pada koordinat 3.74 Lintang Selatan (LS) dan 101.56 Bujur Timur (BT), di laut atau berjarak 78 kilometer (KM) Barat Daya Bengkulu Utara, 78 km Barat Laut Bengkulu, 94 km Barat Daya, Lebong, 96 Km Barat Laut Bengkulu Tengah, dengan kedalaman 11 Km.

Berikut analisis BMKG, terutama terkait dengan besarnya kekuatan gempa di lokasi yang berdekatan, dan dengan waktu yang hampir bersamaan?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, dua gempa berkekuatan besar itu disebut sebagai gempa “doublet”.

Gempa doublet merupakan gempa yang kekuatannya hampir sama, terjadi dalam waktu dan lokasi yang berdekatan.

“Gempa pertama terjadi pada pukul 05.23.56 WIB dengan magnitudo update M 6,6 dengan episenter 4,50 LS, 100,91 BT dilaut pada jarak 169 km arah Baratdaya Bengkulu,” ujar Daryono.

“Sementara itu gempa yang kedua terjadi pada pukul 05.29.35 WIB dengan magnitudo update M 6,7 dengan episenter 3,74 LS dan 101,56 BT di laut pada jarak 78 km arah Baratdaya Bengkulu Utara dengan kedalaman 11 km,” lanjutnya.

Guncangan kuat terjadi di kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Kepahiang dalam skala intensitas IV MMI.

Adapun intensitas IV MMI artinya getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang. Ditandai dengan gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Akibat terjadinya gempa IV MMI, warga panik dan lari berhamburan keluar rumah akibat guncangan yang cukup kuat dan kencang yang terjadi secara tiba-tiba.

”Saat usai Sholat Subuh tadi, kami keluar semua,” kata salah satu warga Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Fadillah, Kamis (19/8).

Siti mengatakan, gempa yang mengguncang sebanyak dua kali Provinsi Bengkulu, menyebabkan berhamburan keluar rumah. Di mana getaran gempa dirasakan cukup kencang oleh masyarakat meskipun yang masih tidur dan beristirahat di dalam rumah.

”Getarannya kencang, gempa dirasakan dua kali,” jelas Fadillah.

Berdasarkan pantauan berbagai sumber di lapangan, sebagian masyarakat saat ini sudah mulai masuk ke dalam rumah masing-masing.

Tidak berpotensi tsunami

Selanjutnya, gempa dirasakan juga di Bengkulu selatan, Kaur, Curup, Lebong dalam skala intensitas III MMI, serta di Lubuk Linggau dalam skala intensitas II-III MMI.

Analisis BMKG menyatakan gempa dengan intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Namun mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Hasil monitoring BMKG menunjukkan baru satu kali terjadi gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,5.

Pihak BMKG menyatakan, gempa besar yang terjadi dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, dengan dislokasi batuan terjadi pada segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik.

Untuk itu masyarakat dihimbau agar tetap berhati-hati terhadap gempa susulan dengan menghindari bangunan yang mudah runtuh atau sudah retak. (Red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *