31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Gugus Tugas : Kesiapan Kepala Daerah Tentukan Wilayah Tersebut Bisa Dibuka

Gugus Tugas : Kesiapan Kepala Daerah Tentukan Wilayah Tersebut Bisa Dibuka

By on 27 May 2020 0 123 Views

Foto: Doni Monardo. (dok. BNPB)

Jakarta, ROC – Pemerintah sedang menyiapkan protokol tatanan hidup baru (new normal) di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Selain memenuhi kriteria terkait Corona, kesiapan kepala daerah menjadi salah satu syarat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo merinci kriteria apa saja yang harus dipenuhi daerah untuk bisa diberi kelonggaran aktivitas sosial dan ekonominya. Salah satunya soal jumlah kasus positif Corona yang harus nyaris steril.

“Kami tetap akan berkonsultasi dengan Bapak Menteri Bappenas (Suharso Monoarfa) dan juga Bapak Menteri Perekonomian (Airlangga Hartarto) sehingga nanti daerah-daerah yang tentunya akan diberi kelonggaran atau ditawarkan beraktivitas lebih luas itu juga berdasarkan kesanggupan dari daerah,” ungkap Doni Monardo.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat terbatas ‘Persiapan Pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19’ bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disiarkan secara langsung di YouTube Setpres, Rabu (27/5).

Menurut Doni, pemerintah akan melihat kesiapan dari kepala daerah sebelum memberi izin apakah akan membuka kembali roda sosial dan perekonomian di wilayah tersebut.

“Sehingga pemerintah pusat memberikan sebuah data untuk bisa dibuka tetapi apakah itu langsung dibuka atau tidak, itu sangat ditentukan oleh kesiapan daerah, terutama kesanggupan dari bupati/wali kota dan juga gubernur,” tutur Kepala BNPB itu.

Selain mengenai kriteria pemberian izin pelonggaran daerah, Doni menyampaikan sejumlah laporan kepada Presiden Jokowi. Salah satunya mengenai masyarakat yang rentan terhadap serangan Corona.

“Tadi juga kami sampaikan kepada Bapak Presiden sesuai masukan dari Kepala BIN (Budi Gunawan) untuk bisa melakukan pendataan terhadap masyarakat yang rentan. Di sini kami sampaikan bahwa prosentase antara pria dan wanita yang terpapar Covid itu dan juga meninggal, laki-laki memiliki prosentase yang lebih tinggi, yaitu 63,30%, sementara wanita 36,70%,” jelas Doni.

Mantan Danjen Kopassus ini pun merinci kelompok masyarakat rentan dengan penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak terpapar virus ini. Kelompok yang paling tinggi adalah penderita hipertensi, disusul dengan penderita diabetes melitus, penderita sakit jantung, penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penderita gangguan nafas lainnya, penderita penyakit ginjal, penderita asma, penderita kanker, penderita TBC, penderita penyakit hati, dan penderita gangguan imun.

Doni juga mengungkap kelompok rentan yang punya risiko tinggi bila terpapar Corona. Ibu hamil juga termasuk kelompok dengan risiko tinggi.

“Ini adalah kondisi penyerta positif Covid berturut-turut dari hipertensi tertinggi. Adapun risiko kematian yang tertinggi adalah pertama penyakit ginjal, penyakit imun, antara lain mereka yang memiliki HIV/AIDS, Lupus dan beberapa penyakit yang imunitas tubuhnya kurang,” sebut Doni.

“Kemudian kanker, jantung, diabetes melitus, hipertensi, penyakit nafas lainnya, kehamilan, penyakit hati, PPOK sama TBC. Ini data-data yang sudah dikumpulkan Gugus Tugas yang mendapatkan masukan dari daerah-daerah,” lanjut Doni.

Gugus Tugas berharap data-data ini bisa menjadi pedoman agar kelompok rentan betul-betul bisa menjaga diri. Doni menyatakan pihaknya juga sudah memberi imbauan kepada para dokter, khususnya yang ada di wilayah Jabodetabek.

“Diharapkan data ini bisa jadi pedoman bagi kita Bangsa Indonesia agar kelompok rentan ini betul-betul bisa menjaga diri,” kata dia.

“Kami tadi malam juga sudah mengimbau para dokter, pimpinan rumah sakit di wilayah Jabodetabek untuk mengingatkan pasien-pasien mereka yang memiliki kormobid tertentu sehingga di satu sisi kita bisa menyelamatkan warga negara kita lebih banyak lagi, di satu sisi kita juga bisa mendorong aktivitas masyarakat dengan risiko sekecil mungkin,” tutup Doni.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *