21 February 2020
  • 21 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Daerah
  • Jawa Timur
  • Gubernur Khofifah, Apresiasi Kejati Jatim Selamatkan Aset Pemerintah 5 Triliun

Gubernur Khofifah, Apresiasi Kejati Jatim Selamatkan Aset Pemerintah 5 Triliun

By on 19 July 2019 0 111 Views

SURABAYA, ROC – Kejaksaan Tinggi Surabaya telah menyelamatkan aset Yayasan Kas Pembangunan senilai Rp. 5 Triliun rupiah, dan dikembalikan ke Pemerintah Kota Surabaya, serta diapresiasi oleh Gubernur Jawa Timur.

Gerakan Penyelamatan Aset Negara memang perlu dicanangkan kata Gubernur Jatim, dan harus dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat.

“Kita patut bangga karena ada komitmen dari Kejati Jatim dan merupakan langkah yang konkrit serta merupakan inisiator untuk menggerakkan seluruh Jaksa dalam menyelamatkan Aset Negara,” kata Gubernur.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengakui bahwa proses pengembalian aset negara sangatlah tidak mudah, apalagi aset Pemprov yang bermasalah bisa dimaksimalkan penyelesaiannya.

“Kami bersama Bupati dan Walikota se Jatim agar segera mendapatkan penguatan dari Kejati, seperti yang diperoleh oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini,” jelasnya.

Gubernur Jatim mengatakan bahwa gerakan ini bisa menjadi inspirasi bagi jajaran Kejaksaan di Indonesia. Gubernur pun sangat optimis Bupati dan Walikota juga mempunyai semangat yang sama dengan Kejati untuk meraih kembali aset Pemerintah yang berada ditangan pihak lain.

“Gubernur Jatim memberikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kejati yang bekerja keras untuk mengembalikan aset negara. Gerakan ini bisa menjadi inspirasi Kejaksaan Seluruh Indonesia,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Sunarta mengatakan bahwa penyelamatan aset negara menjadi fokus bagi Kejaksaan. Apalagi aset negara dikuasai oleh pihak tertentu akan merugikan negara.

“Kejati Jatim sering menerima laporan terkait hilangnya aset negara baik dari Pemprov maupun Kab/Kota di Jawa Timur. Kejati sangat berkepentingan untuk mengembalikan aset negara tersebut,” ujar Sunarta.

Sunarta mengatakan bahwa pengembalian aset negara yaitu Gelora Pancasila seluas 7500 meter persegi, senilai Rp. 183 miliar, sebelumnya dikuasai swasta selama 20 tahun. Aset lainnya yaitu, Jalan Upa Jiwa, tanah Jalan Kenari,  dan terakhir aset YKP dan PT. YKP.

“Dengan gerakan ini semoga Bupati dan Walikota serta Pemprov mengkomunikasikan kepada kami jika ada aset yang dikuasai oleh pihak lain. Akan kami pelajari dan jika memungkinkan akan kita tarik ke Pemkot/Pemkab serta Pemprov,”pungkasnya. (HP)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *