17 September 2019
  • 17 September 2019
Breaking News

Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Langsung Kerusuhan Di Sampang

By on 27 May 2019 0 68 Views

SAMPANG, ROC – Gubernur Jawa Timur meninjau langsung Mapolsek Tambelangan Sampang yang dibakar oleh massa. Dan sekaligus mengadakan silahturahmi dengan para ulama, tokoh agama serta tokoh masyarakat sebagai solusi untuk meredam terjadinya konflik.

“Kami menyilaturahmikan pikiran kami, kami menyilaturahmikan hati kami, kami menyilahturahmikan bersama-sama untuk membangun kehidupan yang harmoni, saling seiring, saling menjaga serta menghormati di antara ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan,” ujar Gubernur Jawa Timur saat bersilahturahmi bersama Kapolda Jawa Timur serta pangdam V/Brawijaya dengan Para Ulama Sampang di Kantor Mapolres Sampang.

Silaturahmi bisa menyambungkan kesepahaman, persepsi serta pikiran antara Pemerintah, Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat. Sebab kesepahaman melahirkan saling mempercayai.

“Mudah-mudahan para Kyai bisa mempersambungkan kesepakatan kita dalam merawat umat, dalam merawat kehidupan bermasyarakat,” ujarnya sambil menyampaikan keinginan pemerintah bersilahturahmi dalam menata kehidupan bermasyarakat yang baik, juga menata kehidupan beragama yang baik dan kehidupan kebangsaan serta kenegaraan yang baik.

Dalam kunjungannya Gubernur Jatim meninjau langsung Mapolsek Tambelangan Sampang, Gubenur Jatim menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolda jatim beserta jajarannya terkait kasus pembakaran Kantor Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Kapolda Jatim, Irjen (Pol) Luki Hermawan sangat tidak menginginkan kejadian pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang terulang lagi. Dari Kepala Daerah hingga Tokoh Agama di Sampang untuk bergandeng tangan dalam mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tokoh agama, ulama, pemuda yang ada di Sampang. Dimana kami bersama Gubernur Jatim beserta Pandam talah difasilitasi, dan kami bisa bertatap muka langsung terkai dengan kejadian ini,” katanya.

Hasil rapat yang kami lakukan dengan para ulama, pihaknya telah mendapatkan kesepakatan terkait kasus yang di Mapolsek Tambelangan Sampang untuk tidak berkembang lagi serta tidak berkembang ke wilayah Madura atau ke seluruh Jawa Timur.

Kapolda Jatim, untuk melakukan penanganannya dilakukan sesuai dengan prosedur dan akan menarik kasus tersebut ke Polda Jatim. Saat ini kasus tersebut sedang didalami. Pelakunya nanti akan diproses secara hukum yang berlaku.

Kami berharap agar masyarakat Sampang bisa menjaga keguyuban di Jatim yang selama ini terjalin dengan baik. “Mudah-mudahan kejadian ini jangan sampai terulang kembali. Bisa menahan diri dan berkomunikasi, bersilahturahmi apabila ada hal-hal yag tidak bisa terpecahkan. Dengan silahturahmi atau umumnya dengan cangkrukan, sehingga permasalahan tersebut bisa terpecahkan,” pungkasnya.

Kejadian ini terjadi karena adanya berita hoax yang menginformasikan ada tokoh-tokoh Madura ditahan di Jakarta.

“Gubernur Jatim menerima masukan dari Polda Metro Jaya bahwa masyarakat Jawa Timur tidak ada yang terkena jaring oleh Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Gubernur Jatim setelah selesai silahturahmi bersama Kapolda serta Pangdam V/Brawijaya meninjau langsung kondisi kantor Mapolsek Tambelangan Sampang, Madura. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *