23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Daerah
  • Sulawesi
  • Gempa M 6,2 Guncang Majene, Bongkahan Batu Besar Tutupi Jalur Trans Sulawesi

Gempa M 6,2 Guncang Majene, Bongkahan Batu Besar Tutupi Jalur Trans Sulawesi

By on 15 January 2021 0 134 Views

Ket. Gbr: Longsoran batu akibat gempa di Majene yang dilaporkan warga Sulbar, menutupi jalur trans Sulawesi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa berkekuatan magnitudo di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. (Foto.dok: istimewa)

ROC — Gempa bumi kembali terjadi di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan magnitudo (M) 6,2. Gempa dilaporkan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui berbagai sumber,  gempa terjadi pukul 01.28 WIB, Jumat (15/1).

Lokasi gempa ada di koordinat 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur. Gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

“6 km timur laut Majene-Sulbar,” tulis BMKG.

Bongkahan batu besar menggelinding, warga mengungsi

Dari informasi yang diterima dari warga Majene,  melalui pesan whatsapp, warga masih khawatir terjadi  tsunami dan gempa susulan, ratusan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengungsikan keluarga dan anak-anak mereka ke kandang ayam atau rumah kebun yang diperkirakan aman dari gempa.

Sebelumnya Gempa tektonik magnitudo 5,9 telah pada Kamis (14/1/2021) yang berpusat di Kecamatan Malunda Majene, yang menyebabkan dua tebing batu di jalur Trans Sulawesi longsor.

Bongkahan batu raksasa yang menggelinding membuat warga setempat dan pengendara khawatir mendekati titik longsor. Akses jalan tertutup bongkahan batu raksasa yang ukurannya melebihi ketinggian manusia.

Kabid Kedaruratan BPBD Majene Sirajuddin menyebutkan, pihaknya kini terus melakukan validasi data kerusakan pasca gempa.

Namun menurutnya gempa tektonik yang berpusat di Majene, menyebabkan 2 titik pegunungan di wilayah Majene longsor. Bongkahan batu raksasa terus mengelinding dan menutup akses jalan Trans Sulawesi.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait longsor di jalan Trans Sulawesi. Hingga kini, tim tanggap bencana dan semua stakeholder seperti TNI-polisi dan Dinas Perhubungan terus berkoordinasi agar akses jalan yang tertutup longsor bisa diakses warga dan pengguna jalan secara normal.

“Kami sementara masih melakukan pendataan pasca gempa. Ada 2 titik longsor yang menutup akses jalan Trans Sulawesi. 20 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga rusak ringan. Sementara ada ratusan warga yang takut gempa susulan mengungsi ke kandang ayam. Saat ini kita sedang melakukan edukasi kepada masyarakat pascagempa,” jelas Sirajuddin.

Sementara warga yang panik dan khawatir adanya gempa susulan memilih mengungsi malam hari ke berbagai lokasi. Warga di Kecamatan Malunda, Majene misalnya mengungsi ke kandang ayam bersama istri dan anak-anak mereka.

Sejumlah keluarga lainnya mengungsi ke rumah kebun yang diperkirakan aman dari bencana gempa jika sewaktu-waktu terjadi. Pemerintah setempat telah melakukan pendataan sementara, tercatat ada sekitar 20 rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga ringan.

Meski berbagai instansi pemerintah serentak melakukan edukasi melalui berbagai saluran terkait situasi pascagempa, namun warga tetap saja ada yang panik dan ketakutan terkait gempa susulan hingga mereka memilih mengungsi ke kandang ayam atau rumah kebun dan tenda darurat.

Sirajuddin mengatakan, tim penanggulangan bencana telah turun bersama melakukan edukasi pascagempa. Pemerintah mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas asal usulnya.

Red

 

 

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *