20 February 2020
  • 20 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Garuda Indonesia Siapkan 2 Pesawat Raksasa Layani Libur Natal dan Tahun Baru

Garuda Indonesia Siapkan 2 Pesawat Raksasa Layani Libur Natal dan Tahun Baru

By on 26 November 2019 0 53 Views

ROC – Garuda Indonesia akan menyiapkan pesawat berbadan lebar jenis Boeing dan Airbus untuk memfasilitasi lonjakan penumpang pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 2019-2020. Pesawat berukuran besar ini, nantinya diperuntukkan pada rute-rute gemuk pada saat Nataru.

Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero), Pikri Ilham Kurniansyah, mengatakan, ada dua pesawat lebar yang akan diberangkatkan pada periode Nataru yang diperkirakan mulai 20 Desember 2019 sampai dengan 6 Januari 2020. Kedua pesawat itu yakni Boeing 777-300 dengan kapasitas 393 orang dan Airbus 330-900 kapasitas 314 orang.

“Daerah daerah yang memang besar. Kalau kita liat Cengkareng -Denpasar kapasitas besar. Surabaya juga, bisa dengan pesawat pesawat berbadan besar. Kalau masyarakat ingin coba pesawat berbadan lebar bisa dinikmati,” katanya dalam acara ngopi BUMN di Jakarta, Selasa (26/11).

Pikri mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pengalaman baru kepada masyarakat dengan pesawat-pesawat mewah berbadan lebar. Apalagi, pesawat jenis Airbus 330-900 ini juga belum lama diterima Garuda Indonesia. “Kita berikan layanan terbaik kepada masyarakat untuk berlibur Nataru,” imbuh dia.

Sementara itu, untuk daerah-daerah tujuan destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Yogyakarta dan lainnya pihaknya tetap akan menggunakan pesawat biasa. Mengingat bandara-bandara tersebut, juga tidak bisa menampung pesawat berbadan lebar.

“Labuan Bajo paling tinggi tidak bisa pesawat berbadan besar Garuda Indonesia tambah dengan pesawat sejenis,” kata dia.

Garuda Indonesia Resmi Batalkan Pesanan 49 Pesawat Boeing Max 8

Garuda Indonesia secara resmi telah membatalkan pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8. Pembatalan tersebut sudah melayangkan surat ke Boeing. Diketahui, perusahaan pelat merah tersebut sudah memesan 49 pesawat yang belum dikirim oleh Boeing.

Komisaris Utama Garuda Indonesia Agus Santoso mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi modal Garuda Indonesia membatalkan pemesanan tersebut. Pertama, melihat berbagai temuan yang sudah ada, mulai dari hasil kecelakaan Lion Air PK-LQP dan juga Ethiopia Airlines, sistem piloting pesawat tersebut kurang sempurna.

Kedua, pesawat Boeing yang diklaim paling laris ini, pasca dua kecelakaan tersebut, sudah tidak mendapat kepercayaan dari para penumpang. Meskipun pihak Boeing terus melakukan perbaikan sistem yang dimilikinya.

“Lalu selanjutnya adanya keputusan otoritas unuk melakukan grounded, ini menjadi alasan kuat kami juga untuk memutuskan pembatalan pemesanan ini,” kata Agus kepada Liputan6.com, Jumat (22/3).

Dalam klausul kontrak pembelian, sebenarnya tidak bisa secara sepihak tanpa alasan yang jelas sebuah perusahaan membatalkan pemesanan. Kalaupun terjadi, perusahaan pemesan pesawat tersebut harus membayar denda yang cukup tinggi.

“Namun untuk kasus Max 8 ini kita punya alasan kuat untuk bisa membatalkan pemesanan tanpa harus membayar denda yang cukup tinggi tersebut,” imbuhnya.

VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menjelaskan rencananya perusahaan akan membatalkan pemesanan Max 8 namun kembali membeli pesawat berbadan lebar produksi Boeing. “Mungkin kita lebih memilih Boeing tipe yang lain. Kita pilihannya ke wide body mungkin. Itu lebih ke alasan komersial saja,” ucap Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, Garuda Indonesia tidak mau berspekulasi dengan Boeing 737 Max 8, mengingat keselamatan penerbangan menjadi satu hal yang paling diutamakan di sebuah maskapai. Meski Boeing terus melakukan perbaikan terhadap salah satu produknya tersebut, namun diklaim Boeing 737 Max 8 sudah kehilangan kepercayaan oleh para penumpang.

“Mereka memang tetap melakukan perbaikan tapi ini masalah trust penumpang, bahwa dia nyaman tidak terbang dengan Max. Kalau penumpang trust kurang pasti lebih memilih terbang dengan yang lain,” tambah Ikhsan.

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *