20 May 2019
  • 20 May 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Gara-Gara Ucapan ‘Yang Gaji Ibu Siapa’, Menkominfo Dilaporkan ke Bawaslu

Gara-Gara Ucapan ‘Yang Gaji Ibu Siapa’, Menkominfo Dilaporkan ke Bawaslu

By on 1 February 2019 0 85 Views

JAKARTA, Roc – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terkait pernyataannya pada acara Kominfo Next, yang dinilai sebagai pelanggaran pemilu.

Pelapor menilai pernyataan Rudiantara dalam acara tersebut menggiring pola pikir untuk tak mencoblos salah satu pasangan calon capres dan cawapres.

“Kami melaporkan Menkominfo atas pernyataannya dalam acara Kominfo Next,” kata seorang pelapor, yakni Nurhayati yang datang bersama sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) di Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (1/2). Seperti dilansir Antara.

Nurhayati berharap laporannya dapat segera ditindaklanjuti Bawaslu RI. Sebab Rudiantara dinilai melanggar Pasal 282, 283 dan 547 UU Pemilu, yang isinya antara lain mengatur soal larangan tindakan pejabat negara menguntungkan/merugikan pasangan calon tertentu.

Dalam pelaporan itu, Nurhayati membawa bukti rekaman suara Rudiantara dalam sebuah flashdisk disertai sejumlah berita media online yang mengutip pernyataan Rudiantara.

Sebelumnya, dalam acara Kominfo Next yang diselenggarakan di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1), Menkominfo awalnya menanyakan soal desain banner sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di Kementerian Kominfo.

Rudiantara mempersilakan peserta dalam Kominfo Next memilih apakah lebih setuju dengan desain nomor satu atau nomor dua. Dia menekankan bahwa pilihan nomor satu dan dua ini tidak terkait Pilpres.

“Ini susah-susah gampang. Tidak ada kaitannya dengan pencoblosan Pilpres nanti. Jangan dikait-kaitkan dengan pencoblosan Pilpres. Kalau dikait-kaitkan dengan pencoblosan Pilpres, saya akan ambil hak otoritas saya untuk menetapkan. Tidak ada kaitannya dengan Pilpres,” ujar Rudiantara saat itu.

Kemudian, dia mempersilakan perwakilan pemilih desain nomor satu dan dua yang terdiri dari dua orang ibu-ibu, untuk naik ke atas panggung untuk menjelaskan alasan memilih desain tersebut.

Tanpa diduga pemilih desain nomor dua, justru menjelaskan alasannya memilih pasangan Pilpres nomor dua, bukan alasan memilih desain nomor dua.

“Bismillahirohmanirohim. Mungkin terkait keyakinan saja pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan oleh nomor dua,” ujar ibu tersebut.

Rudiantara tampak kaget dengan jawaban ibu tersebut yang di luar konteks pemilihan desain. Ia lalu meluruskan bahwa pertanyaannya adalah tentang desain banner sosialisasi pemilu.

Rudiantara lalu mengalihkan pertanyaan kepada seorang ibu yang memilih desain nomor satu dan dijawab secara logis bahwa desain nomor satu lebih berwarna dibandingkan desain nomor dua. Kemudian Rudiantara mempersilakan kedua ibu turun dari panggung.

Namun dia memanggil lagi ibu pemilih desain nomor dua dan bertanya “Bu, bu, yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah, makasih.”

Adapun video lengkap percakapan Rudiantara soal desain banner sosialisasi pemilu di Kominfo Next, hingga saat ini masih terdapat di jejaring sosial Youtube.

Penjelasan Kominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan tak bermaksud mengaitkan nomor urut desain stiker sosialisasi dengan Pilpres 2019. Semuanya sama sekali murni hanya sebagai penanda. Namun demikian, banyak yang menilai pemilihan nomor itu sensitif menjelang Pilpres.

“Kami sudah menyampaikan klarifikasi kami, ya silakan kalau punya pandangan apapun. Kami clear. Pak Menkominfo tidak pernah melakukan upaya apapun terkait dengan Pilpres. Kami selaku Government Public Relation selalu mengkampanyekan agenda bangsa,” kata Plt Kepala Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu saat ditemui di kantornya, Gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (1/2).

Dilanjutkannya, menjelang pemilu selalu segala sesuatunya dikaitkan dengan Pilpres. Termasuk juga tudingan yang dialamatkan ke instansinya. Menurutnya hal itu terlalu berlebihan.

“Kita hidup ini seakan-akan segala sesuatunya dikaitkan dengan Pilpres. Pilihan itu mau satu atau dua, A atau B, X atau Y, semuanya itu sama. Kalau mau kaitkan lagi, A ya pasti 1, B ya pasti 2. X itu 1 dan Y itu 2. Menurut saya sama. Ketika kita berlebihan mengekspresikan diri ya seperti ini. Sedikit-sedikit dikaitkan dengan Pilpres,” ungkap pria yang karib disapa Nando itu. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *