12 November 2019
  • 12 November 2019
Breaking News

Final, Kabinet Jokowi Siap Diumumkan

By on 15 August 2019 0 5034 Views

Jakarta, Roc – Pelantikan Joko Widodo  sebagai presiden untuk periode kedua masih dua bulan lebih, tetapi Jokowi telah merampungkan susunan kabinetnya. Jika dibandingkan dengan periode pertama pemerintahannya, susunan kabinet kali ini rampung lebih cepat. Kabinet terdiri dari 34 kementerian.

“Akan diumumkan secepatnya karena sudah ditunggu pasar dan masyarakat,” kata Presiden Joko Widodo, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Presiden, menyusun komposisi kabinet tidak semudah membalikan telapak tangan, karena harus mengakomodir berbagai macam aspek. Aspek-aspek itu adalah keterwakilan kawasan, gender, agama, ormas, profesional, dan partai politik.

“Profesional akan mendapat porsi 55 persen, sedangkan parpol 45 persen,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan ada seorang menteri berusia di bawah 30 tahun. Satu menteri lagi berusia 30-40 tahun. Menteri berusia muda ini bukan berasal dari kalangan partai politik, tetapi profesional.

“Dia bukan dari partai politik, tetapi profesional. Dia punya kemampuan manajerial yang bagus,” kata Jokowi.

Walaupun jumlah kementerian tetap, tetapi ada dua kementerian dengan nama baru, yaitu Kementerian Investasi. Ini diperlukan guna lebih fokus menarik investasi asing. Satu lagi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Internasional.

Hal penting yang disampaikan Presiden Jokowi, bahwa untuk kabinet jilid dua kali ini, selain telah merampungkan susunan kabinet, juga menariknya untuk pengumuman nama-nama Menteri bisa dilakukan kapan saja sebelum pelantikan di bulan oktober mendatang.

Finalnya susunan cabinet bisa bermakna positif baik seara politik maupun ekonomi bila segera diumumkan..

Secara ekonomi, pasar yang menanti-banti segera mendapatkan kepastian, dan diharapkan bereaksi secara positif. Secara politik pengumuman kabinet yang akan mengurangi peluang mereka yang ingin merecoki komposisi kabinet, yang sesungguhnya, merupakan hak prerogative sekaligus eksklusif seorang presiden, serta dapat menghentikan berbagai macam spekulasi mengenai kursi jatah parpol.

Parpol seharusnya menerima hak prerogativenya dalam pembentukan kabinet, jika ada Menteri dari kader politik, itu sebagai bentuk hasil kompromi untuk mengadopsi kekuatan politik yang ada. Untuk menjaga stabilitas dukungan parlemen.

Jokowi sudah memastikan kader-kadernya adalah sosok yang cakap dan professional di bidangnya. Namun yang terpenting baik kader maupun professional yang dilantik nantinya, dapat menerjemahkan apa yang dimaksud presiden. Kemudian membuat inovasi agar dapat dilaksanakan. Bahkan lebih jauh lagi polemik penambahan koalisi akan tutup buku. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *